Gunung Lawu dan 5 Fakta Dibaliknya yang Harus Diketahui Para Pendaki

Kebakaran di Gunung Lawu beberapa waktu lalu sempat ramai diberitakan oleh banyak media. Kurang lebih 30 hektar lahan perhutani hangus dilalap si jago merah. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, jalur pedakian ditutup.

Selang beberapa waktu, sejak terjadinya kebakaran pada 8 September 2018 lalu, kini jalur pedakian dibuka kembali. Menurut informasi dari Liputan 6, hal ini tertuang dalam surat yang ditandatangani Kepala Disparpora Karanganyar, Titis Sri Jawoto tertanggal 13 September 2018. Salah satu isinya adalah api sudah padam serta kepulan asap sudah berkurang di pos V kawasan Cetho, Jenawi.

Nah, bagi Anda yang suka mendaki dan berencana akan melakukan pendakian di Gunung Lawu, tentu kabar ini merupakan kabar bahagia. Apalagi bagi para mendaki yang akan melakukan pendakian pertama kali di gunung yang terletak di perbatasan antara Jawa Timur dan Jawa Tengah ini.


Namun, sebelum melakukan pendakian, agar semuanya berjalan lancar, aman, nyaman dan menyenangkan, ketahuilah 5 fakta dibalik Gunung Lawu berikut ini.

1. Tidak Meletus Lagi, tapi Gunung Lawu Masih Aktif

Meski tidak pernah meletus lagi sampai hari ini, gunung yang tingginya mencapai 3.264 mdpl ini masih tergolong aktif.

instagram.com/aguzt_pocil

Diketahui pula jika gunung ini ternyata pernah meletus pada 28 November 1885 lalu. Bahkan, konon Gunung Lawu ini juga sempat meletus pada 1 Mei 1752. Sayangnya, kabar ini masih belum dipastikan kebenarannya dengan data-data referensi yang kuat.

Namun yang pasti, Anda harus tetap waspada dan hati-hati saat memutuskan untuk mendaki ke sini.

2. Kurang Cocok Untuk Pemula

Fakta kedua, ternyata gunung ini kurang cocok didaki oleh para pemula. Ada banyak rintangan yang harus dilalui di gunung ini. Bukan hanya karena ketinggiannya, track pendakiannya juga tidak ramah dan akan membuat Anda kurang nyaman. Terlebih lagi di jalur Cemoro Sewu yang didominasi oleh bebatuan.

instagram.com/agoeng.prasetyo.ap

Selain Cemoro Sewu, ada juga beberapa pilihan jalur pendakian, mulai dari Cemoro Kandang, Candi Cetho hingga Jogorogo. Dengan banyaknya jalur pendakian ini, tentu saja track yang akan dilalui bervariasi.
Baca Juga : Tips Liburan Hemat, Menyenangkan, Nyaman dan Efektif
Jadi, pertimbangkan semuanya dengan baik sebelum mendaki agar lebih aman.

3. Suhu Lebih Dingin Dibandingkan dengan Gunung Lain

Setiap dataran tinggi memang punya suhu dingin, demikian juga di Gunung Lawu. Namun faktanya, suhu udara Gunung Lawu terkenal sangat dingin hingga melebihi pegunungan di Pulau Jawa lainnya. Bahkan, tak jarang pula suhu udara mendekati 0 derajat, misalnya saat musim kemarau.

Hawa dingin Gunung Lawu akan terasa saat berada di Cemoro Kandang dan Sewu. Sebaiknya, saat sudah siap untuk mendaki perhatikan kondisi tubuh Anda. Jangan memaksakan diri jika memang kondisi badan sedang kurang fit. Jangan lupa, persiapkan juga beberapa peralatan penting untuk mendaki.

4. Gunung Lawu dan Beberapa Mitos Miliknya

Tidak berbeda dengan pegunungan lainnya di Indonesia, Gunung Lawu juga memiliki mitos yang perlu Anda ketahui. Yang paling familiar adalah mitos seputar Nyi Roro Kidul, tokoh yang dipercaya sebagai penguasa Pantai Selatan.

Bahkan, saat berada di basecamp Cemoro Kandang, ada anjuran jika pendaki sebaiknya tidak mengenakan pakaian berwarna hijau pupus.

Bukan tanpa alasan, hal ini karena Ratu Kidul dipercaya menyukai warna ini. Konon, Nyi Roro Kidul akan menculik siapa saja yang melanggarnya. Bahkan, ada pula mitos yang menyebut jika terjadi hujan selama berhari-hari, hal ini dipercaya sebagai pertanda bahwa ada pendaki yang hilang.

5. Jalur Cetho dengan Jarak Tempuh Terpanjang

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, ada 4 jalur pendakian di Gunung Lawu, dimana salah satunya adalah Candi Cetho. Jalur ini cukup terkenal karena memiliki jarak paling panjang. Butuh waktu minimal 10 jam dari titik awal pendakian sebelum mencapai puncak.

instagram.com/rafiilham87

Meski melelahkan, namun jalur ini memiliki banyak pemandangan indah. Jadi, kemungkinan rasa lelah akan terganti dengan kekaguman. Terlebih lagi ada spot foto dengan nuansa mirip Tanjakan Cinta di Gunung Semeru, kecuali Ranu Kumbolo.

Nah, itulah 5 fakta tentang Gunung Lawu yang perlu Anda ketahui sebelum mendaki supaya perjalanan lancar, aman, nyaman dan menyenangkan.

Jangan lupa juga untuk selalu menepati segala peraturan yang ada di wilayah pegunungan di Indonesia ini. Jadi, sudah siap untuk mendaki ke Gunung Lawu?

Salam bahagia dari puncak gunung, Wringin Bondowoso.
JANGAN LUPA, BAGIKAN TULISAN INI
TULISAN MENARIK LAINNYA

7 Komentar untuk Tulisan
"Gunung Lawu dan 5 Fakta Dibaliknya yang Harus Diketahui Para Pendaki"

  1. Waaah, dari gambarnya saja sudah terlihat kalau gunung lawu sangat indah. :)

    BalasHapus
  2. Baru tau nih, kalau gunung lawu memeiliki mitos seperti itu.

    BalasHapus
  3. Subhanallah, Indonesia memang kaya akan alamnya. :)

    BalasHapus
  4. Saya rasa, rasa lelah karena jalur yang cukup terjal akan terbayar lunas dengan pemandangan gunung seindah itu. :)

    BalasHapus
  5. Rumah saya di kaki gunung Lawu. Kira kira 5-6 kilometer dari candi cetho

    BalasHapus

Tulis Komentar Anda untuk tulisan saya diatas

DILARANG berkomentar yang tidak baik dan mengandung unsur SARA.
Setiap komentar akan otomatis tampil, namun semua komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya, akan ditampilkan atau tidak, atau malah akan saya hapus.
Jika akan membalas komentar, gunakan tombol Balas dibawah komentar yang akan dibalas.

Orang baik, berkomentar dengan baik dan saya bangga bila Anda menjadi komentator yang baik.