Blogger Professional vs Blogger Egois

Bukan hanya pegawai, guru, dokter dan profesi apa saja yang mendapat predikat professional jika ia menjalankan profesinya dengan baik. Seorang blogger juga bisa mendapat predikat professional. Ada blogger professional, tentu ada yang tidak. Lebih parahnya lagi jika sampai pada tingkatan predikat egois.
Lalu, seperti apakah blogger professional dan blogger egois itu?

Blogger Professional Blogger Egois
Artikel-artikelnya ia tulis dengan sungguh-sungguh dan ia selalu berkomitmen bisa jadi artikel yang berkualitas Artikelnya ia dapatkan dari hasil googling, dan parahnya lagi setelah diposting tidak menampilkan sumber aslinya
Sesibuk apapun ia selalu sempatkan untuk berkunjung ke blog yang biasa ia kunjungi untuk blogwalking Sibuk di dunia nyata dijadikan alasan untuk tidak blogwalking, sementara ia aktif di media sosial, seperti facebook, twitter dan semacamnya
Berkomentar di blog orang lain dengan komentar yang sangat relevan dengan bahasan postingannya.
Memang ia tak jarang hanya membaca sebagian postingan, cuma karena ia menyimpulkan, maka mudah baginya untuk tidak berkomentar kentut
Berkomentar sih hampir di semua blog Indonesia. Tapi komentarnya itu-itu saja. Seperti pertamax, artikelnya menarik gan, udah aku follow, folback ya dan semacamnya yang sering disebut komentar kentut. Ia selalu menyebarkan link unntuk mempromosikan blognya.
Membalas komentar, agar komentatornya merasa dihargai toh meskipun hanya sekedar mengucapkan terimakasih Membalas komentar tak penting, yang paling penting hanya banyak komentar di blognya, padahal komentarnya hanya komentar kentut
Tidak banyak menampilkan widget yang tidak begitu penting seperti kalender dan jam. Begitu juga untuk iklan dan gambar, ia hanya menampilkan yang ia anggap penting saja. Ia mempertimbangkan bahwa pengunjung blognya datang dengan berbagai jenis koneksi internet. Takut-takut blognya tidak dapat diakses oleh pengunjung yang koneksi internetnya biasa saja Semua widget dipajang, jam, kalender, bahkan link-link yang tak jelas sumbernya juga dipajang. Iklan dipasang disana-sini dengan harapan banyak yang nge-klik. Ia tak berfikir bahwa pengunjung blognya ada yang menggunakan jenis koneksi internet lelet. Mau nge-klik iklan gimana, lha wong loading blognya lama sekali dari saking banyaknya iklan, widget dan gambar
Sering berinovasi dengan tampilan blog, agar pengunjung tidak bosan dengan tampilan yang itu-itu saja Peduli amat dengan tampilan blog, artikel saja hasil copy-paste, apalagi mau ngurus tampilan blog

Begitulah opini saya tentang blogger professional vs blogger egois.
Sekarang tanyakan pada diri Anda sendiri, blogger professional atau blogger egois-kah Anda?
Semoga bermanfaat..
JANGAN LUPA, BAGIKAN TULISAN INI
TULISAN MENARIK LAINNYA

48 Komentar untuk Tulisan
"Blogger Professional vs Blogger Egois"

  1. Sekarang Aku Ingin jadi Blogger Profesional Titik. semoga aku berhasil mencapainya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Niat sudah bagus, cita-cita juga sudah bagus. Sekarang tinngal usaha bagusnya.
      Teruslah berkarya sahabat..

      Hapus
  2. kayaknya saya hampir jadi blogger profesional, tapi sayangnya saya mulai masukkan iklan ke blog... hehhee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memasukkan iklan di blog juga gag salah, itu juga bisa dikatakan sebagai blogger professional. Asalkan gag terlalu banyak dan hanya menampilkan yang mas Sabda Awal anggap penting saja.

      Hapus
  3. o iya ya..
    kalo blogaziner... masuk ke kategori mana ya? kaya atau miskin... wahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha
      Kok kaya dan miskin sih pilihannya.
      Saya jawab deh.
      Kalo blogaziner itu kaya inspirasi.. :)

      Hapus
    2. wahaha kejawab juga.. kirain ga bisa dijawab.

      Hapus
  4. hahhaha lucu..

    perbandingan sangat jauh..

    Jangan Lupa Komentar Baliknya ya Gan..

    BalasHapus
  5. haduh... aku termasuk yang mana nih... jadi takut... huhhuhu :( semoga besok bisa jadi blogger profesional... aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kok takut?
      Itu kan termasuk dari diri kamu sendiri. Kalau tidak bisa mengambil kesimpulan, kapan introspeksinya?
      Terus semangat deh, dan terus berkarya..!

      Hapus
  6. hemmm susah juga ya jadi blogger professional, yah apapun namanya mungkin keknya aku masih blogger biasa, bukan egois bukan juga yg pro coz aq cuma ngeblog karena hobby

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wuih..
      mas Randy jawabannya bijaksana sekali..
      Tidak ada komentar yang begini dari tadi.
      OK lah, semoga berawal dari hobby, semuanya akan menuai hasil yang maksimal.
      Semangat.. :)

      Hapus
    2. btw aq telat balas koment ini sibuk dengan blog kursus q yg gak kelar2 wakwk, ahh kdang aq komentar liat2 postnya dulu, butuh komentar yg beropini atau cukup komentar seperlunya, coz rata2 blogger itu byk masih suka copas postingan jadi kesannya basi gitu

      Hapus
    3. Memang benar mas, sebelum kita komentar sebaiknya kita tau dulu kesimpulan dari tulisan yang sedang kita baca, lalu kemudian kita bisa langsung berkomentar.
      Masalah artikel copy paste itu saya rasa tergantung kepada admin blog itu sendiri, namun juga kan artikel copas tak selamanya tidak harus dikomentari. Banyak juga yang harus kita tanggapi.
      Intinya, kita punya kesimpulan tentang tulisannya, pasti mudah untuk berkomentar..

      Hapus
  7. waduhh.. yg masalah membalas komentar itu sedikit menyindir saya tu sob, hehehehe

    pas kebetulan di postingan saya, saya nggak sempet bls, saya cuma mengusahakan untuk membalas kunjungan saja.

    maklum dech, percaya g percaya saya lagi ada kesibukan exstra di dunia nyata. dan parahnya lagi saya ngeblog via hp sob.. lumayan ribet bls komentar, karena saya pake opera mini..

    semoga postingan di atas bisa jadi pelajaran buat blogger egois dech.. biar sedikit menghargai postingan sahabat blogger..

    dan saya juga bisa jadi blogger profisional.. amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tulisan saya ini hanya sekedar opini, tidak ada niat untuk menyindir siapapun.
      Semua saya kembalikan kepada Anda sebagai blogger, bagaimana Anda bisa menilai diri sendiri.
      Kalaupun ini bermanfaat, saya akan bersyukur sekali, dan semoga Anda benar-benar bisa menjadi blogger professional, amin..

      Hapus
  8. membaca dua perbedaan blogger , aku malah jadi bingung, termasuk yang manakah saya..karena selama ini saya tidak pernah membalas komentar yang ada, namun saya selalu berusaha menyempatkan diri untuk BW ke blog sahabat-sahibit blogger yang sudah meninggalkan jejak di kotak komentar blog yang saya miliki...,
    nah sekarang ..saya masuk kategori yang mana :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lalu kalau seandainya komentarnya butuh balasan bagaimana?
      Kotak komentar kan dibuat untuk ajang berbagi, atau forum kecil-lah.
      Jadi kalau seandainya dari tulisan yang kita tulis ada hal yang tidak jelas, maka disitulah fungsi kotak komentar sebenarnya..
      Kalau masalah blogger professional atau egois, saya pasrahkan sepenuhnya kepada Anda.. :)

      Hapus
  9. wah pas bener tuh, om...
    templetku ga pernah ganti, komen semaunya sendiri, kalo sibuk ga pernah jalan jalan, begitu juga bikin jurnal asal bunyi. minta doanya ya biar egois bisa dimasukan ke kategori sebagian dari iman
    hehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha
      Ada-ada saja mas rawin ini.
      Jangan lah, ntar itu bisa dikatakan fatwa sesat.. :)

      Hapus
    2. yasudahlah pasrah saja...
      biar temen temen jadi blogger baik semua kayaknya kudu ada tumbalnya
      biarin aku aja yang dikorbanin deh
      hehe

      Hapus
    3. Hehehe
      Kok malah mau dijadikan korban sampean mas..
      Ada-ada saja..

      Hapus
  10. kalau menurutku blogger profesional justru jarang blogwalking, lihat saja pemilik mashable, Pete Cashmore dia ga blogwalking lagi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu lebih kearah blog referensi, jadi tanpa blogwalking pun blog kita sudah pasti akan ada yang mengunjungi.
      Cuma yang menjadi pertanyaan bisakah kita menyaingi mereka yang disebutkan Anda?

      Hapus
  11. hmm.. kalo membalas komentar, saya lebih cenderung ke komentar pertanyaan dan komentar yang nyambung dengan artikel yang saya jawab... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya itu juga bagus, cuma alangkah lebih baik jika semua komentar bisa dibalasa.
      Kenapa?
      Karena saat kita lama tidak menulis nantinya komentator masih terus bisa berkomentar diblog kita dengan acuan balasan komentar kita.. :)

      Hapus
  12. Saya rasa semua teman2 blogger perlu membaca artikel ini, jadi bisa instropeksi diri. Artikel yang bagus Mas, Salam. Terima kasih telah berbagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih dan semoga benar-benar bermanfaat..

      Hapus
  13. wah menjadi terinspirasi lagi nih bwat jadi blogger professional

    BalasHapus
  14. .. waduch,, aq masuk kategori mana ya?!? huhh. pengen dech jd blogger yg profesional,, yg mahir dalam blog -{_Ngarep_}- he..86x ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ditanyain malah balik nanya nih mbak Vpie.
      Yang pasti semua blogger pasti pengen jadi prefessional mbak, tinggal bagaimana manajemennya saja yang perlu ditingkatkan..

      Hapus
  15. klo menurut temen2 semua saya termasuk blogger profesional tidak ya kalo dilihat blog saya? tapi untuk yang terakhir merubah tampilan blog bukankah itu bertentangan ya dengan kaidah SEO Friendly? mohon bimbingannya. :)

    BalasHapus
  16. gak jarang loh 'blogger profesional', istilahnya kopiah putih, gak blogwalking. yg dikomentarin juga blog2 yg tampilannya prof sj. beberapa kali sy berkomentar di blog prof, eh gak balik blogwalking ke ke blog saya. tapi di luar itu semua, sy juga blogwalking gak minta didatangi kembali. hanya buat hepi2. kalo ngarep didatangi kembali terus gak datang2, bisa stres sy. udah lah, blogger prof udah nyaman dg cara ngeblog mereka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe
      Iya juga sih mas, tapi siapa tau si blogger professional sedang sibuk didunia nyata..
      Sebenarnya siapapun bloggernya saya yakin, mereka sudah tau siapa dan bagaimana diri mereka masing-masing.. :)

      Hapus
  17. Kalau ada komentar kentut. Nggak usah dikasih ampun sob. Ane sendiri kalau ada komentar semacam itu akan langsung saya hapus. Ketahuan banget hanya ingin mendapat kunjungan atau follow balik.

    BalasHapus
  18. Pengennya sih jd profesional dong dan swdang berjuang kearah sana. Semoga istiqamah

    BalasHapus
  19. artikel lama, tapi tetap relevan yah sampe sekarang :D
    sama kayak tutorial Blogger

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe
      Iya, mas. Semoga masih bermanfaat dan akan terus bermanfaat. :)

      Hapus
  20. Kayaknya KopiahPutih.com makin hari udah makin profesional. :D
    Pas liat komentar saya salut banyak banget yang komentar. Ternyata ini tulisan 2 tahun lalu yaa.
    Keren mas masih tetap cocok buat dibaca sampe sekarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe
      Masih berusaha kok mas, masih jauh dari kata professional.
      Iya nih mas, tulisan ini sudah 2 tahun yang lalu, dan semoga masih enak dibaca sepanjang masa. :)

      Hapus
  21. :) teruslah menulis bukan hanya ingin mendapat label "blogger pro" atau apapun, tapi karena senang berbagi ilmu dan pengalaman! Sukses ya dengan kopiah putihnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar, konsisten dalam menulis.
      Tulisan ini, sebagai motivasi buat diri aja, kalo pas lagi malas untuk nulis.
      Terimakasih..

      Hapus
  22. Halo, semuanya, tolong, saya dengan cepat ingin menggunakan media ini untuk membagikan kesaksian saya tentang bagaimana Tuhan mengarahkan saya kepada pemberi pinjaman yang benar-benar mengubah hidup saya dari kemiskinan menjadi seorang wanita kaya dan sekarang saya memiliki kehidupan yang sehat tanpa tekanan dan kesulitan keuangan,

    Setelah berbulan-bulan mencoba mendapatkan pinjaman di internet dan saya telah ditipu dari 400 juta, saya menjadi sangat putus asa dalam mendapatkan pinjaman dari kreditor online yang sah dalam kredit dan tidak akan menambah rasa sakit saya, jadi saya memutuskan untuk meminta saran kepada teman saya tentang bagaimana cara mendapatkan pinjaman online, kami membicarakannya dan kesimpulannya adalah tentang seorang wanita bernama Mrs. Maria yang adalah CEO Maria Loan. Perusahaan

    Saya mengajukan jumlah pinjaman (900 juta) dengan suku bunga rendah 2%, sehingga pinjaman yang disetujui mudah tanpa stres dan semua persiapan dilakukan dengan transfer kredit, karena fakta bahwa itu tidak memerlukan jaminan untuk transfer. pinjaman, saya hanya diberitahu untuk mendapatkan sertifikat perjanjian lisensi mereka untuk mentransfer kredit saya dan dalam waktu kurang dari dua jam uang pinjaman telah disetorkan ke rekening bank saya.

    Saya pikir itu lelucon sampai saya menerima telepon dari bank saya bahwa akun saya telah dikreditkan dengan jumlah 900 juta. Saya sangat senang bahwa akhirnya Tuhan menjawab doa saya dengan memesan pemberi pinjaman saya dengan kredit saya yang sebenarnya, yang dapat memberikan hati saya harapan.

    Terima kasih banyak kepada Ibu Maria karena telah membuat hidup saya adil, jadi saya menyarankan siapa pun yang tertarik mendapatkan pinjaman untuk menghubungi Ibu Maria dengan baik melalui E-mail (mariaalexander818@gmail.com) ATAU Via Whatsapp (+1 651-243 -8090) untuk informasi lebih lanjut tentang cara mendapatkan pinjaman Anda,

    Jadi, terima kasih banyak telah meluangkan waktu Anda untuk membaca tentang kesuksesan saya dan saya berdoa agar Tuhan melakukan kehendak-Nya dalam hidup Anda.
    Nama saya adalah kabu layu, Anda dapat menghubungi saya untuk referensi lebih lanjut melalui email saya: (kabulayu18@gmail.com)

    Terima kasih semua.

    BalasHapus

Tulis Komentar Anda untuk tulisan saya diatas

DILARANG berkomentar yang tidak baik dan mengandung unsur SARA.
Setiap komentar akan otomatis tampil, namun semua komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya, akan ditampilkan atau tidak, atau malah akan saya hapus.
Jika akan membalas komentar, gunakan tombol Balas dibawah komentar yang akan dibalas.

Orang baik, berkomentar dengan baik dan saya bangga bila Anda menjadi komentator yang baik.