Cara Efektif Mengajarkan Anak Membaca A-lQur’an

Sebagai orang tua muslim, siapa sih yang tidak mendambakan anak yang shalih dan taat beribadah? Siapa sih yang tidak mendambakan si kecil pintar membaca kitab suci Al-Qur’an? Saya rasa semua mendambakannya, termasuk juga saya.

Namun, untuk mewujudkan dambaan anak yang mahir membaca, menghafal dan mengkaji Al-Qur’an tentu saja membutuhkan tantangan tersendiri. Sangat dibutuhkan motivasi yang kuat dari orangtua untuk dapat membuat anak cinta Al-Quran.


Akhir-akhir ini saya mulai untuk lebih mengenalkan Nurma dengan Al-Qur’an. Untuk memulainya saya mencari beberapa referensi agar ia bisa belajar membaca Al-Qur’an. Ada banyak sekali tips yang saya dapatkan dan beberap diantaranya saya terapkan dan cukup efektif.

Berikut ini merupakan tips yang efektif mengajajarkan anak membaca A-lQur’an yang saya terapkan kepada Nurma.

1. Tidak Memaksa

Namanya anak-anak, tentu memiliki mood yang selalu berubah-ubah, termasuk juga saat ia baru memulai belajar membaca Al-Qur’an. Jangan memaksa anak untuk melakukannya saat ia sedang tidak mood, karena hal ini justru akan membuat ia tidak nyaman. 

Biarkan anak memiliki minat untuk belajar membaca Al-Qur’an secara mandiri. Tugas kita sebagai orang tua cukup memberikan stimulasi agar ia tertarik. Yakinlah bahawa anak adalah pembelajar yang hebat.

2. Jadilah Contoh yang Baik

Anak-anak, selain rasa ingin tahunya yang tinggi juga memiliki kemampuan meniru yang bagus. Sebagai orang tua, kita dapat menjadi contoh yang baik bagi anak dalam proses belajar membaca Al-Qur’an. 
Caranya mudah, tunjukkan kebiasaan dan kebutuhan kita dalam aktivitas membaca Al-Qur’an. Dijamin anak akan meniru kebiasaan baik ini.

3. Beri Pemahaman, Kenapa Harus Membaca Al-Qur’an

Saat anak sudah bisa berfikir, berikan pemahaman kepada mereka mengapa kita penting untuk membaca Al-Qur’an dan ibadah-ibadah lain seperti sholat.

Agar mereka mudah memahami, lakukan komunikasi dua arah dengan anak, hargai setiap pendapat mereka tentang penjelasan yang kita berikan dan jangan lupa lakukan cara ini di waktu yang tepat.
Saat anak-anak mengerti tentang kebutuhan beribadah, tentu akan menjadi dasar kecintaan mereka pada Al-Qur’an.

4. Lakukan dengan Cara Menyenangkan

Saat mencari referensi, saya menemukan banyak sekali metode dan cara yang bisa diterapkan kepada anak untuk bisa membaca Al-Qur’an, mulai dari games pengenalan huruf hijaiyah, Iqro’ versi cetak dan digital, ummi, tilawati  sampai dengan pen yang bisa mengeluarkan suara.
Beberapa metode ini hampir bisa dipastikan disukai oleh semua anak-anak. Kita dapat menyesuaikan semuanya tergantung keemampuan masing-masing. Jangan lupa juga untuk memprioritaskan kesenangan si kecil. 

5. Lakukan Secara Konsisten

Sewaktu-waktu, si kecil akan mengalami masa tidak mood untuk belajar. Saat seperti kita harus sedikit kreatif untuk mengelola mood mereka. Buat mereka berminat kembali untuk belajar membaca Al-Qur’an meskipun hanya sebentar. Lakukan cara ini, secara konsisten jika diperlukan. 

6. Pujian dan Hadiah

Saat anak sudah mulai bisa menikmati proses belajarnya, berikan ia penghargaan setiap mereka selesai belajar mengaji dalam bentuk pujian atau ungkapan bahwa Anda senang mendengarkan anak-anak mengaji. Sesekali berikan mereka hadiah, belikan ia barang yang telah lama diimpikan.  Secara tidak langsung, hadiah dan pujian akan menumbuhkan kerelaan dan keikhlasan anak dalam belajar.

Nah, itulah beberapa cara efektif yang sudah saya lakukan untuk mengajarkan Nurma membaca Al-Qur’an. Semoga bermanfaat dan salam bahagia..
JANGAN LUPA, BAGIKAN TULISAN INI
TULISAN MENARIK LAINNYA

3 Komentar untuk Tulisan
"Cara Efektif Mengajarkan Anak Membaca A-lQur’an"

  1. Kunjungan perdana ke blog Islami ini. Setuju, mengajarkan anak Alquran tidak boleh terpaksa dan dipaksa. Harus dibuat seperti main saja. Misal dikombinasikan dengan permainan anak, teknologi virtual, dsb.

    BalasHapus
  2. Jadi ingat zaman kecil, kalau dulu belajar membaca al qur'an ramai ramai pergi ke guru ngaji dengan teman sebaya. Sekarang tak ada lagi yg begitu di kampungku. Apalagi semenjak covid, termasuk anakku diliburkan oleh ustadzahnya

    BalasHapus
  3. Pujian dan hadiah itu sangatlah penting.
    Itu yang sering saya lakukan.
    Selain dengan hal menyenangkan

    BalasHapus