Flashdisk, Simungil untuk Semua Kegiatan Guru

Pada era sekarang yang hampir semua pekerjaan guru berorientasi digital, flashdisk merupakan salah satu barang wajib yang harus dimiliki. Berbeda dengan dulu saat saya masih duduk dibangku sekolah dasar. Sebagian besar isi tas guru adalah buku dan bolpen saja. Tetapi sekarang saat saya menjadi guru, hal berbeda telah saya alami. Selain buku dan bolpen, ada satu barang baru yang harus selalu dibawa dalam tugas mulia ini, flashdisk.

Sebagai guru, sebelum dan sesudah mengajar ada beberapa hal yang harus saya persiapkan. Hal ini saya lakukan agar kegiatan belajar mengajar berjalan dengan baik, murid faham dengan materi yang saya sampaikan serta sesuai dengan kalender pendidikan sekolah, pesantren dan Dinas Pendidikan. Jauh hari sebelum masuk kelas, saya telah mempersiapkan perangkat mengajar dan media pembelajaran. Begitu juga setelahnya, beberapa ulangan dan ujian harus saya laksanakan untuk mengetahui sejauh mana murid menguasai materi yang telah disampaikan. Disinilah peran penting sebuah flashdisk bagi saya dalam kegiatan belajar mengajar.
Kegiatan Guru dengan Flashdisk
Saya biasa membuat perangkat mengajar dan media pembelajaran dirumah. Setelah selesai, tidak langsung saya cetak, melainkan saya simpan dalam flashdisk terlebih dahulu untuk selanjutnya saya musyawarahkan bersama pengurus MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran). “Kenapa tidak langsung disimpan dalam laptop saja? Kok masih ribet memindahkan dalam flashdisk?” Adakah yang bertanya demikian? Jika ada, berikut penjelasannya. :)

Sebagian guru ada yang menerapkan hal ini, tetapi saya tidak. Karena laptop saya sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Beberapa piranti sudah harus diganti sementara dana belum mencukupi :). Selain alasan ini, saya merasa lebih nyaman membawa flashdisk yang mungil dari pada laptop yang bentuknya segede tivi. Bayangkan ribetnya, jika harus menempuh jarak 80 kilometer pulang-pergi dan harus menngendong laptop dengan fungsi yang tidak maksimal. Bersyukurnya lagi, sekolah sudah menyediakan fasilitas yang memadai, tersedia paket komputer dan laptop bagi guru. Fasilitas ini bisa digunakan untuk menunjang seluruh kegiatan guru. Jadi, flashdisk adalah sarana terbaik yang saya gunakan.

Setelah perangkat mengajar dan media pembelajaran yang saya buat disepakati oleh semua pengurus MGMP, maka selanjutnya akan dicetak dan dikumpulkan dalam bentuk soft copy. Saat mengumpulkan, saya masih menggunakan flashdisk, lho! “Flashdisk lagi, flashdisk lagi! Kenapa tidak dikirim via e-mail saja? Kan lebih simpel!” Jujur, saya juga menginginkan hal itu. Tapi ketentuan yang berlaku disekolah, mengumpulkan perangkat mengajar dan media pembelajaran masih manual, dengan cara setiap guru meng-copy perangkat mengajar dan media pembelajaran hasil buatannya dalam komputer kurikulum berdasarkan nama, mata pelajaran, semester dan tahun pelajaran. Hal ini diterapkan untuk mempermudah kepala sekolah dalam melakukan monitoring dan supervisi.

Tidak hanya itu saja kegiatan saya yang membutuhkan flashdisk, tetapi saat mengajar pun benda mungil ini masih setia menemani. Pada beberapa materi yang membutuhkan praktik, maka saya akan menggunakan laboratorium komputer sekolah. Hal ini karena pada materi tertentu mengajar dengan metode praktik jauh lebih efektif dari pada metode diskusi atau ceramah. Saat mengajar dilaboratorium inilah lagi-lagi saya membutuhkan flashdisk.

Sebagai pengguna laboratorium, ada beberapa tata tertib yang harus saya patuhi. Salah satunya adalah dilarang membawa laptop ke dalam laboratorium. (Meski harus melanggar tata tertib, percuma juga. Kabel LCD proyektornya tidak bisa dipindah ke laptop). Sebenarnya, sebagai pengguna lama saya sudah memiliki folder khusus yang berisi beberapa data media pembelajaran, tetapi karena saya biasa menambahkan fakta aktual yang berkaitan dengan materi, maka saya harus merubah media pembelajaran yang ada. Pada materi layanan internet misalnya, saya menambahkan tentang teknologi ojek online, taksi online, memesan makanan secara online dan semacamnya. Tergantung fakta aktual apa saja yang relevan dengan materi. Ketika waktu mengajar telah tiba, saya cukup membawa flashdisk, colokkan, hidupakan proyektor dan taraaa... mengajar-pun dimulai!

Dalam membuat soal untuk tugas, ulangan dan ujian, flashdisk juga masih menjadi primadona bagi saya. Saya biasa menyimpan soal-soal yang telah selesai dibuat kedalam flashdisk agar ketika ada perubahan saat verifikasi kepada Kepala Urusan Kurikulum saya langsung bisa merubahnya waktu itu juga. Tidak harus menunggu ketika sudah dirumah. Pun untuk penilaian dari hasil tugas, ulangan dan ujian. Saya biasa hanya mencetak satu form nilai kosong, mengisi sesuai nilai yang didapat oleh murid, kemudian menginput kedalam file nilai jadi. Sebelum dicetak dan diberikan kepada murid, file nilai jadi inilah yang akan saya simpan dalam flashdisk. Selanjutnya jika ada murid yang tidak tuntas dan telah melakukan ujian remidi saya langsung bisa merubah nilainya.

Manfaatnya tak semungil bentuknya, itulah flashdisk. :)

Sampai saat ini, setelah hampir dua tahun mengajar saya memanfaatkan dua flashdisk dengan space yang berbeda: 8GB dan 32GB. Dua benda mungil ini biasa saya gunakan untuk menyimpan beberapa data. Tidak hanya data untuk kepentingan mengajar saja, tetapi saya juga menyimpan beberapa foto, video, gambar, musik, aplikasi portable dan kepentingan blog saya, kopiahputih.com. Hal ini saya lakukan karena flashdisk memiliki banyak keistimewaan. Bentuknya yang mungil, mudah dibawa kemana-mana, murah dan mudah dalam penggunaannya sementara laptop saya sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Untuk mempermudah dalam menggunakan, saya membagi pemanfaatannya. Yang 8GB saya gunakan untuk menyimpan data yang sifatnya sering saya butuhkan, seperti perangkat mengajar, media pembelajaran, penilaian, dan kepentingan blog. Sementara yang 32GB saya biasa memanfaatkan untuk menyimpan data yang tidak sering dibutuhkan seperti foto, video, musik dan data mengajar yang sudah tidak terpakai pada tahun pelajaran berjalan. Ini saya lakukan agar space pada flashdisk yang 8GB tidak terlalu penuh sesak.

Sebenarnya, selain flashdisk ada banyak jenis media penyimpanan yang bisa kita gunakan, salah satunya yang sering kita dengar adalah harddisk eksternal. Keduanya hampir sama dalam kegunaan dan manfaatnya. Yang membedakan hanya pada bentuk, space, kecepatan dan harganya. Dua media penyimpanan ini tergolong dalam media penyimpanan offline, dimana kita bisa menggunakannya kapan dan dimana saja tanpa harus terhubung dengan internet.

Selain flashdisk dan harddisk, ada satu jenis media penyimpanan lagi yang sedang booming akhir-akhir ini, yaitu media penyimpanan online atau Cloud Storage. Seperti : Google Drive, Sky drive, Dropbox, 4shared, Mediafire dan masih banyak lainnya. Ada banyak pilihan layanan yang diberikan oleh provider media penyimpanan online ini, seperti harga, kecepatan dan space yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya.

Bagi saya, penyimpanan online masih tergolong ribet. Ribet karena harus melakukan proses upload dan download sementara dua proses ini harus terhubung dengan jaringan internet. Jika kualitas jaringan yang digunakan bagus, hal ini mungkin tidak akan menjadi masalah, tetapi akan berbeda jika kualitas jaringannya tidak stabil seperti pada tempat tinggal saya, tentu akan timbul masalah. Belum lagi jika server providernya sedang down atau sedang tidak terhubung dengan internet, sementara datanya sedang dibutuhkan. Maka, saya tetap mengidolakan flashdisk sebagai media penyimapanan terbaik.

Tetapi akhirnya, semua saya kembalikan kepada Anda sebagai pengguna. Mau menggunakan flashdisk, harddisk atau cloud storage (penyimpanan online). Tergantung kebutuhan masing-masing. Tetapi jika Anda senasib dengan saya sebagai pengguna flashdisk, selain cerita diatas berikut saya sampaikan beberapa hal yang juga telah saya alami selama menggunakan benda mungil ini.

Kelebihan Menggunakan Flashdisk
Kelebihan Menggunakan Flashdisk

1. Space beragam
Saat memutuskan untuk menggunakan flashdisk, kita akan disodorkan dengan banyak pilihan space. Kita bebas memilih sesuai dengan kebutuhan. Saya memilih space 8GB dan 32GB karena memang space ini cukup untuk memenuhi kebetuhan penyimpanan data saya.

2. Support semua jenis komputer dan sistem operasi
Kita bisa menggunakan flashdisk untuk komputer, laptop, netbook dengan semua jenis sistem operasi, baik windows, linux, apple dan semuanya!

3. Mudah digunakan
Poin ini adalah poin favorit saya. Karena hanya tinggal mencolokkan saja saya sudah bisa menggunakannya. Selain itu, dengan bentuknya yang mungil memudahkan saya dalam membawanya kemana saja.

4. Murah
Hal ini bukan lagi menjadi rahasia, karena dengan 50 ribu rupiah saja kita sudah bisa memiliki flashdisk dengan space 8GB.

Selain kelebihan diatas, saya juga seringkali menemui kekurangan saat menggunakannya. Yaitu sering lupa tempat menyimpannya dimana. Ini terjadi karena bentuknya yang mungil dan bisa disimpan dimana saja. Tetapi untuk soslusi masalah ini, saya biasa menyimpannya dalam tas yang sering saya bawa dan ditempat yang mudah terjangkau. Seperti meja kerja, saku dan kotak khusus. Selain masalah ini, flashdisk juga rentan terinfeksi virus. Ini adalah masalah yang paling sering terjadi dan mungkin semua pengguna flashdisk pernah mengalami. Tetapi jangan khawatir, karena pasti ada solusinya. Saya biasa men-scan flashdisk menggunakan anti virus secara berkala dan tidak sembarang mencolokkannya pada semua komputer. Aman kok..!

Tips Memilih Flashdisk
Tips Memilih Flashdisk yang Baik
1. Space dan harga flashdisk
Hal utama yang harus dilakukan sebelum membeli flashdisk, dua hal ini perlu dipertimbangkan. Sesuaikan dengan kebutuhan, jika hanya membutuhkan flashdisk untuk menyimpan data berukuran kecil, maka pilihlah flashdisk yang memiliki space kecil. Begitu juga sebaliknya. Karena space dan harga sangat erat hubungannya. Semakin besar space-nya, maka akan semakin mahal harganya.

2. Kecepatan transfer
Selain space, flashdisk juga memiliki kecepatan transfer berbeda-beda, baik saat meng-copy atau membaca data. Pilihlah flashdisk yang memiliki kecepatan transfer tinggi, agar ketika digunakan tidak lambat.

3. Merek
Untuk merek tiap individu mungkin akan memiliki pilihan masing-masing. Saya saja memiliki dua flashdisk dengan merek berbeda. Sekedar saran, sebelum memutuskan untuk memilih merek tertentu mintalah pendapat kepada teman yang sama-sama menggunakan merek tersebut. Ini akan sangat membantu ketika sudah sampai di tempat penjualan flashdisk. Jadi, tidak akan bingung dengan banyaknya pilihan merek.

4. Casing
Terakadang saat memilih flashdisk kita tergiur dengan bentuk dan model casingnya saja. Padahal yang paling utama adalah kekuatan casingnya sendiri. Percuma jika bentuk dan modelnya menarik tetapi jika jatuh atau terjadi benturan, casingnya akan pecah.

5. Kondisi fisik
Pilihlah flashdisk dengan fisik yang kokoh. Saya rekomendasikan flashdisk yang dilapisi karet seperti milik saya yang 32GB. Hal ini agar ketika jatuh atau terjadi benturan flashdisk tidak mengalami kerusakan.

6. Keasliannya
Ketika semua langkah diatas telah dilalui dengan benar, terakhir pilihlah flashdisk yang asli. Pilihan tempat membeli juga harus diperhatikan agar ketika terjadi hal yang tidak sesuai bisa ditukar atau dikembalikan. Untuk membedakan flashdisk yang asli dengan yang palsu sangatlah mudah. Perhatikan ujungnya, jika asli biasanya disana akan ditemukan tulisan menggunakan laser atau tulisan timbul.

Manfaat Lain Flashdisk
Manfaat Lain Flashdisk
Selain sebagai media penyimpanan, flashdisk juga memiliki manfaat lain, lho. Jadi tidak salah jika saya katakan manfaatnya tak semungil bentuknya.

1. Menjalankan Aplikasi Portable
Dalam flashdisk yang 32GB saya juga menyimpan beberapa aplikasi portable, seperti Adobe Photoshop, PDF Reader, pemutar video dan lainnya. Hal ini sebagai antisipasi jika misal saya harus melakukan sesuatu yang berkaitan dengan aplikasi, sementara pada komputer yang saya gunakan belum terpasang aplikasi tersebut. Contoh saja, pada saat saya membuat gambar pada tulisan ini. Saya menggunakan komputer kantor yang tidak terpasang aplikasi Photoshop, saya tinggal colokkan flashdisk, jalankan aplikasinya dan langsung cas cis cus. Jadi, deh..

2. Media booting instalasi sistem operasi
Meski tidak sering, manfaat ini juga beberapa kali saya lakukan. Karena kebetulan istri memakai netbook dan harus saya install ulang karena beberapa hal. Seperti yang kita ketahui, netbook tidak memiliki media DVD sementara sebagian besar instalasi sistem operasi menggunakan kepingan CD. Dengan bantuan aplikasi gratis, dan pengetahuan yang pas-pasan akhirnya saya bisa menginstall netbooknya.

3. MP3 player
Kalau yang ini, hampir setiap hari saya memanfaatkannya. Dirumah, saya memiliki box MP3 player, dan media yang saya gunakan untuk memutar lagu adalah flashdisk. Ini saya lakukan sejak istri hamil sampai sekarang. Lumayan, lebih hemat listrik dari pada menggunakan DVD player atau tivi.

4. Mengunci komputer
Jika Anda bekerja disebuah kantor dan memiliki komputer khusus, sementara isinya hanya untuk orang-orang tertentu, maka Anda perlu memanfaatkan flashdisk sebagai kunci pada komputer tersebut. Ini saya lakukan pada komputer kantor saya atas perintah kepala sekolah, karena ada beberapa data yang sifatnya bukan untuk umum. Dengan sedikit pengetahuan khusus yang saya dapatkan dari hasil searching, komputer kantor saya benar-benar hanya saya saja yang menggunakannya.

Sebenarnya selain empat manfaat lain diatas, masih ada beberapa manfaat lagi. Tetapi yang pernah saya lakukan hanya empat itu, dan memang hanya itu kebutuhan saya, hehehe.

Demikian, pengalaman saya menggunakan benda mungil ini dengan sejuta manfaatnya. Cerita ini murni hanya pengalaman pribadi dan semoga tidak akan menimbulkan masalah. Lalu bagaimana dengan Anda? Memilih flashdisk, harddisk atau media penyimpanan online? Bagaimana ceritanya? :)

Salam saya dan salam hangat dari Bondowoso..
Tulisan ini adalah tulisan yang pernah saya ikutkan lomba di http://chip.co.id, dengan tema lomba JENIS STORAGE PILIHANKU. Alhamdulillah.. tulisan ini keluar sebagai juara pertama dengan hadiah Harddisk merek WD dengan space 8TB. Disini link tulisan aslinya.
BAGIKAN TULISAN INI

3 Komentar untuk "Flashdisk, Simungil untuk Semua Kegiatan Guru"

  1. Woh ini mas, keren memang mas Rosyd ;) lengkap jelas, infografisnya selalu kece.

    BalasHapus
  2. ada tambahan nih, kalau bisa flashdisk nya ada tempat untuk menggantung tali, soalnya sering ilang punya ku klo kekecilan dan gak ada gantungannya hehe

    BalasHapus
  3. Selamat Mas, lama sekali saya nggak ikut-ikutan lomba blog... Jadi tersemangati nih

    BalasHapus

Tulis Komentar Anda untuk tulisan saya diatas

Anda SANGAT DILARANG berkomentar dngan tidak baik dan mengandung unsur SARA.
Setiap komentar Anda akan otomatis tampil, namun semua komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya, akan ditampilkan atau tidak atau malah akan saya hapus.
Jika Anda akan membalas komentar, gunakan tombol Balas dibawah komentar yang akan Anda balas.

Orang baik, berkomentar dengan baik.
Saya bangga Anda menjadi komemtator yang baik.