Alhamdulillah, Tidak Seperti Tahun Kemaren

"Kapan datang nak?"
"Sudah dua minggu yang lalu pak lek, tapi masih ada kegiatan yang harus diselesaikan dirumah, jadi baru sekarang bisa kesini"
"Iya sudah tidak apa-apa yang penting kamu sehat. Kabar bapakmu bagaimana? Sudah ada peningkatan?"
"Alhamdulillah sudah mendingan pak lek. Sudah bisa berjalan meski masih ditemani tongkat"
"Syukurlah kalau begitu. Katanya kamu sudah kerja?"
"Iya pak lek, saya jadi staff admin di SMP di pondok"
"Sejak kapan?"
"Sudah empat bulan yang lalu pak lek"
"Alhamdulillah.. Terus kenapa masih sendirian kerumah pak lek? Kapan yang mau bawa tunangan?"
"Hahaha.. Pak lek gitu terus ah pertanyaannya"
"Lha terus apa lagi yang harus pak lek tanyakan?"
"Iya juga sih. Tapi untuk itu kayaknya masih agak lama pak lek. Saya kemaren sudah sempat musyawarah sama keluarga tentang ini, ya itu karena bapak masih belum sembuh ditunda dulu. Finansial juga masih termasuk masalah pak lek. Yang penting sudah ada calon dan keluarga sudah sama-sama tahu pak lek. Itu sudah cukup buat saya, keluarga, dia dan keluarganya"
"Oh begitu. Iya sudah apapun keputusannya, cepetan! Ntar malah keburu kadaluarsa"
"Hahaha"

Yap, begitulah sedikit obrolan saya dengan pak lek yang memang sedikit agak kocak orangnya.
Alhamdulillah sekarang sudah punya jawaban masalah tunangan, tidak seperti tahun lalu yang masih bingung mau jawab apa. Harapan kedepannya, semoga beneran tidak kadaluarsa seperti yang pak lek saya bilang.. :)

Salam lebaran..
BAGIKAN TULISAN INI

15 Komentar untuk "Alhamdulillah, Tidak Seperti Tahun Kemaren"

  1. Hehe selamat ya mas... ditunggu undangannya ... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah lho, selamat untuk apa mas??
      Lalu undangan untuk apa juga??

      Hapus
  2. lho lho.. mana istrinya hahahaha ecie

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kok istri sih?
      Lha wong Pak lek saya nanya tunangan bukan istri..

      Hapus
    2. Iya sudah, biar lebih mantap juga.. :)

      Hapus
  3. Waaahh... Semoga secepatnya bisa dateng ke pak Le bersama tunangan tercinta, heheheh. Dan lekas sembuh ya Bapaknya, juga dengan masalah finansial. Semoga dilancarkan segala urusannya oleh Allah, aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin.. Amin.. Yarobbal 'Alamin..
      Terimakasih mas do'anya. Komplit banget.. :)

      Hapus
  4. Sgera dijadikan yang halal mas..
    Biar ramadhan taun depan ada yg nemenin klo sahur :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha
      Sama buka puasanya juga ya. Biar ada yang mau nyuapin.. :)

      Hapus
  5. alhamdulillah
    semoga lancar ke depannya mas

    BalasHapus
  6. Begitulah roda kehidupan dimulai dari lahir ke dunia ini, menjadi bayi, balita, sekolah, remaja, kuliah, dewasa, dan bekerja. Tentu setelah mempunyai pekerjaan mau menunggu apalagi dalam hidup ini. Bila kemudian sudah menemukan pendamping setia dan saling mencintai tentu akan berlanjut ke jenjang pernikahan dengan ijin dan restu keluarga kedua belah pihak.

    Roda kehidupan terus berjalan. Hari ini lebih baik dari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini. Siap menjadi pribadi yang mempesona dan siap menyongsong masa depan yang cemerlang. Salam blogger!

    BalasHapus

Tulis Komentar Anda untuk tulisan saya diatas

Anda SANGAT DILARANG berkomentar dngan tidak baik dan mengandung unsur SARA.
Setiap komentar Anda akan otomatis tampil, namun semua komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya, akan ditampilkan atau tidak atau malah akan saya hapus.
Jika Anda akan membalas komentar, gunakan tombol Balas dibawah komentar yang akan Anda balas.

Orang baik, berkomentar dengan baik.
Saya bangga Anda menjadi komemtator yang baik.