Mimpi Besar yang Terhenti Sesaat

Hidup berawal dari mimpi dan gantungkan mimpimu setinggi langit adalah dua kalimat yang sering saya dengar saat berbicara soal mimpi. Ya, meski dua kalimat ini termasuk kalimat klasik, tapi sampai sekarang dan juga akan selamanya kalimat ini akan tetap 'sakti'.
Apapun pekerjaannya, seperti apa latar belakang kehidupannya dan siapapun orangnya, ia pasti pernah memiliki mimpi. Apa yang telah dijalaninya saat ini dan yang akan dijalani selanjutnya, pasti dipenuhi dengan mimpi.  
"Tinggalkanlah gengsi, hidup berawal dari mimpi. Gantungkan yang tinggi agar semua terjadi". Begitu kata Bondan Prakoso & Fade2Black dalam lirik lagu hidup berawal dari mimpi-nya.

Nah.. begitu juga dengan saya, saya juga memiliki beberapa mimpi yang mungkin lebih tinggi dari mimpi orang lain. Jika orang lain bermimpi bisa jadi penulis, menerbitkan buku, memiliki dan mengembangkan bisnis atau perusahaan, menyelesaikan kuliah dan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, jalan-jalan ke pelosok dunia atau mimpi-mimpi besar lainnya, maka mimpi-mimpi ini jauh lebih tinggi mimpi saya. Lalu, sebesar apakah mimpi saya?
Yuk, mari dinikmati.. ☺

Inilah mimpi besar saya, bagaimana dengan mimpi Anda?
Ya, seperti pada foto inilah mimpi saya, mimpi bisa segera memiliki tandon air besar. Entah bagaimana cara Anda menilai mimpi saya yang satu ini, namun yang pasti inilah mimpi besar saya sekarang. Jika mimpi ini terwujud, paling tidak saya dan keluarga tidak harus jauh-jauh ke sungai hanya untuk buang air kecil saat musim kemarau. Seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya disini, saya bersama keluarga kesulitan untuk bisa mendapatkan air bersih. Beberapa waktu lalu, saya juga telah membuat saluran air hujan yang meski musim hujan seperti sekarang, terkadang kami masih sering kekurangan air bersih. Terlalu kecilnya penampungan air menjadi alasan utama dalam masalah ini. Maka jangan heran, jika 'mimpi besar' ini menjadi perioritas kami untuk bisa segera terwujud. Dengan adanya tandon besar, otomatis air yang dapat ditampung akan semakin banyak.

Mungkin, Anda akan berpikir "segitu aja kok kayaknya sulit banget" atau jika hanya diperhatikan sepintas, Anda akan berpikir bahwa ini adalah mimpi kecil yang bisa dengan mudah untuk diwujudkan. Jika memang Anda berpikir seperti itu, maka bersyukurlah! Karena berarti Anda memiliki mimpi yang jauhhhh lebih tinggi dari mimpi saya, tapi saya tidak mengetahuinya, hehehe

Tabungan khusus untuk membeli tandon ini juga sudah kami siapkan dari beberapa waktu lalu, dan alhamdulillah akhir bulan Maret kemaren sudah lebih dari cukup. Tinggal mencari barang yang sesuai dengan rencana. Dengan pertimbangan relatif murah dan tak membutuhkan banyak tempat, kami sepakat untuk membeli saja, bukan membuat seperti pada foto diatas. Namun ternyata, ada masalah baru yang timbul dari salah satu cara untuk mewujudkan mimpi besar ini. Ah... Ada-ada saja!

Jadi, ceritanya begini.. Selain kami sulit untuk mendapatkan air bersih, rumah kami juga sangat mepet dengan jalan raya, jalan utama menuju Kabupaten Bondowoso. Inilah yang menjadi penghambat bagi kami untuk bisa mendapatkan air bersih dengan mudah. Tengah malam saat jalanan sepi kami harus bangun dari tidur untuk mengalirkan air, dan ini hampir setiap malam kami lakukan saat musim kemarau. Karena saluran air bersih yang disediakan desa ada diseberang jalan. Jika tidak begini, maka kami harus ke sungai untuk kebutuhan mandi dan mencuci. Dan...percayalah! Sekarang, saya sudah kebal dengan dinginnya udara tengah malam.. Hahaha

Dulu, saat saya mendengar akan ada proyek perbaikan jalan pada bulan April, saya berencana untuk memanfaatkan momen ini dengan memendam pipa besi saat proyeknya sudah dikerjakan. Kebetulan juga beberapa pekerja masih saudara sendiri. Jadi, saya rasa tak terlalu sulit untuk mewujudkan rencana ini. Tapi... Setelah tiba dibulan April semuanya berubah. Informasi dulu yang saya dengar hanya perbaikan, ternyata setelah sekarang tiba dibulan April berubah menjadi 'pelebaran' jalan dan karena proyek ini teras beserta taman mini kami harus digusur tanpa kompensasi.

Tanda batas pelebaran jalan yang berada pas di dalam teras dan taman.
Modelnya belum mandi, jadi gak mau menghadap kamera. ☺

Bagi kami, tidak diberi kompensasi bukan masalah. Tapi yang menjadi masalah adalah lokasi yang sudah direncanakan untuk tempat tandon air juga harus digusur, ditambah lagi saluran air hujan yang beberapa waktu lalu saya buat juga ikut ke-gusur. Penggusuran ini juga sudah tak bisa dihindari, karena menurut cerita ibu mertua dulu sebelum rumah kami dibangun, alm. bapak pernah menandatangani pernyataan bermaterai tentang kepemilikan tanah tempat kami tinggal. Tanah ini ternyata bukan hak milik, melainkan hanya hak pakai dan harus membayar pajak tiap tahun.

Sampai tulisan ini saya tulis dan mungkin juga sampai proyek pelebaran jalan yang didepan rumah selesai dikerjakan, kami masih belum bisa mewujudkan mimpi besar ini. Sekarang, yang bisa saya lakukan adalah tetap mewujudkan rencana awal, yaitu memendam pipa besi. Jadi, meski proyek ini akan menjadi penghambat, saya tetap akan memanfaatkannya. Ungkapan "mengambil kesempatan dalam kesempitan" saya rasa cocok pada keadaan ini.
Dilanjutkan dengan mencari kembali lokasi yang pas untuk dijadikan tempat tandon air. Maklum, selain mepet jalan raya, rumah kami juga tak seluas rumah-rumah pada umumnya. Begitu juga dengan finansial kami, tak se-merekah orang lain. Jadi, harus direncanakan matang-matang jauh hari sebelum memutuskan. Hehehe
Selain usaha-usaha ini, banyak usaha lain yang saya dan istri lakukan untuk bisa dengan mudah mendapatkan air bersih. Semoga mimpi ini akan segera terwujud, amin...

Rencana tempat tandon air, tapi gagal karena harus digusur.
Model masih sama, belum mandi dan tidak menghadap kamera.
"Kenapa tentang rumah terus sih sayang yang ditulis? Udah gitu dibahas yang gak enak-nya terus. Kemaren tentang pelebaran jalan, kemarennya lagi air bersih dan tandon. Ntar dikira kita gimana gitu.." Sahut istri saat saya memintanya untuk menjadi model pada tulisan ini.
"Hehehe.. Kakak juga heran, kenapa akhir-akhir ini seneng nulis tentang keadaan rumah. Tapi yang pasti, keadaan ini eman kalau gak ditulis. Biar nanti ketika kita sudah hidup lebih baik akan ada kenang-kenangan. Lagian ini juga kakak ikutkan kontesnya Emak Gaoel bersama Smartfren. Eman hadiah istimewanya.. Hehehe"

JANGAN LUPA, BAGIKAN TULISAN INI
TULISAN MENARIK LAINNYA

31 Komentar untuk Tulisan
"Mimpi Besar yang Terhenti Sesaat"

  1. duh, dilema banget ini kang, tapi semoga rencana sampean untuk nanem pipa besi bisa lancar terwujud, dan juga lekas tercapai tersedianya pasokan air bersih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar banget, mas..
      Ya, semoga.. Paling tidak satu rencana bisa terwujud.
      Amin...
      Terimakasih, mas.

      Hapus
  2. Semoga mimpinya terwujud ya, dan pasokan air bersih ya dan juga pasokan air bersihnya selalu tersedia. http://www.novawijaya.com/2015/04/selfie-story-in-beautiful-island.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin...
      Terimakasih, mbak Nova. :)

      Hapus
  3. Mudah-mudahan bukan cuma air bersih yang mudah didapatkan, tapi juga rumah yang nyaman dengan hak milik sendiri, ya, mas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, do'a ini yang sering saya panjatkan mbak. Kami selalu berharap dua-duanya bisa terwujud. Amin..

      Terimakasi, ya mbak Efi..

      Hapus
  4. Sukses untuk mimpi dan lombanya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin..
      Terimakasih, mbak Kania. :)

      Hapus
  5. wah...enak banget nih rumahnya mas...betah aku nih disini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo sini mbk, tinggal dengan kami di gunung. :D

      Hapus
  6. Aku doakan semoga impiannya bisa terwujud yaa... sayang sekali tempat tandon air tergusur oleh proyek pelebaran jalan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin.. Terimakasih, mbak Reni. :)

      Hapus
  7. Padahal di daerah gunung ya Bang, tapi malah kesulitan mendapatkan air bersih.. Well, semoga mimpinya cepat terwujud yah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, begitulah mbak Beby. Karena ada paling atas mungkin. :)

      Amin.. Terimakasih, mbak Beby.

      Hapus
  8. Hihi... Setuju dgn komentar adek cantik.... Hihi...
    Meski kelihatannya sederhana bagi orang lain, bagi kita sangat luar biasa. Semoga terwujud mimpi besarnya. Krn kalo saya ambil air malam2.... Itu masa saya kuliah. Hihi... Moga saja tdk terulang nanti. Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar, mbak Susi. Bagi orang yang tidak kesulitan air, ini menjadi hal sederhana. Tapi tidak bagi kami yang sulit untuk mendapatkan air bersih.

      Amin..
      Terimakasih, mbak Susi. :)

      Hapus
  9. Eh...ternyata lomba to....woalah...yo wis...semoga berhasil membawa hadiah utama ya mas....sukses selalu....salam dari jogja...untuk kota tape bondowoso...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mbak Yuni. Ini keadaan dirumah tapi sekalian saya ikutkan lomba.

      Amin.. Terimakasih mbak, Yuni.

      Hapus
  10. jadi kalau itu digusur, udah pasti pas-pasan di pinggir jalan lintas ya mas? Semoga cepat terbangun tendon airnya mas, aminn

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas Sabda. Nanti teras kami adalah jalan raya. Rencananya sih, mau dibikin pagar. Biar tak semua orang bisa masuk.

      Amin..
      Terimakasih, mas.

      Hapus
  11. Semoga keinginanya cepat terkabulkan.Amin :)

    BalasHapus
  12. Aku doakan dari sini, semoga impian kamu segera terwujud ya, mas. Penampung air itu manfaatnya memang bnyak bgttt. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin...
      Terimakasih, Dah.
      Eh, apa kabar manten anyar? :)

      Hapus
  13. hihihi... lucu liat modelnya, belum mandi dan tidak menghadap kamera...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sampean yang liat fotonya aja merasa lucu mas, apalagi saya yang motoin. :D

      Hapus
  14. Mimpi besar, mimpi yang bagus, semoga sukses ya bisa mendapatkan pasokan air bersih
    semangat terus, pantang menyerah

    BalasHapus
  15. Air memang kebutuhan pokok dalam hidup ya, Mas. Semoga mimpinya segera terwujud dapat memasang pipa pas perbaikan jalan. Atau... terwujud dalam bentuk yang lebih baik lagi. Aamiin...

    BalasHapus
  16. amin semoga mimpinya punya Tendon dan mimpi2nya terwujud
    salam kenal dari saya
    @guru5seni8
    penulis di http://hatidanpikiranjernih.blogspot.com dan www.kartunet.or.id

    BalasHapus
  17. Err bkn selfie itu mah...

    Jgn2 uang pelebarannya ditilep #eh. Tp semoga tandonnya bs kebeli. Dan ya, rmh dpn jalan itu lumayan enak sih. Hujan2 ngangkot, pas waktu kabur sampai teras #curhatsendiri

    BalasHapus
  18. Semoga mimpinya menjadi kenyataan

    BalasHapus

Tulis Komentar Anda untuk tulisan saya diatas

Anda SANGAT DILARANG berkomentar dngan tidak baik dan mengandung unsur SARA.
Setiap komentar Anda akan otomatis tampil, namun semua komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya, akan ditampilkan atau tidak atau malah akan saya hapus.
Jika Anda akan membalas komentar, gunakan tombol Balas dibawah komentar yang akan Anda balas.

Orang baik, berkomentar dengan baik.
Saya bangga Anda menjadi komemtator yang baik.