Saya Tidak Suka yang Panjang

Saya tidak suka yang panjang, pendek sekalipun saya suka asalkan bisa saya nikmati.
Ya, saya suka yang pendek asalkan saya bisa menikmati. Hayo…apa yang ada dalam benak pikiran Anda? :)

Pernahkan Anda berpikir tentang senjata seorang prajurit perang yang sedang berperang? Ada yang panjang dan ada yang pendek bukan? Disamping itu, untuk menggunakannya saja, harus melalui latihan sebelumnya. Tapi hakikat dari sebuah senjata adalah bukan masalah panjang dan pendeknya, tetapi seberapa banyak dia telah mengalahkan musuh.

Lalu, panjang dan pendek jarak tempuh sebuah perjalanan-pun yang paling banyak disukai pasti yang lebih pendek. Meskipun terkadang harus melalui jalan semak-semak dan setapak. Karena memang menghemat lebih banyak waktu, tenaga dan biaya.

Jika saya boleh berpendapat antara senjata dan jarak tempuh sebuah perjalanan sama halnya dengan sebuah tulisan. Salah atau benar saya lebih suka yang pendek tapi tepat sasaran. Aneh rasanya jika seorang penulis memaksa menulis lebih dari 200 kata jika sebenarnya ia hanya mampu menulis 200 kata saja.

Saya akan mengumpamakannya dengan seorang sopir taksi yang membawa penumpang untuk sampai disebuah kota A. Sebenarnya ia hanya akan sampai dikota A dengan melewati kota B. Tapi karena ia menginginkan agar argo taksinya lebih banyak maka ia melewati kota C, D, dan E terlebih dahulu untuk sampai di kota A sampai akhirnya ia terjebak dijalan sempit dan buntu. Ia bingung dan penumpangnya pun tambah bingung.

Jadi kesimpulannya, seorang penulis tidak harus memaksa menulis lebih dari kemampuannya jika hanya akan membuat pembacanya bingung dan tidak tepat sasaran. Sekali lagi, saya lebih suka yang pendek asalkan saya bisa menikmatinya.. 


JANGAN LUPA, BAGIKAN TULISAN INI
TULISAN MENARIK LAINNYA

12 Komentar untuk Tulisan
"Saya Tidak Suka yang Panjang"

  1. Patut dicontoh ini nasehatnya.. ^_^
    Benar juga tuuh.. terkadang kalau dipikir-pikir yg panjang juga belum tentu bagus kok..

    Tapi saya pernah juga mampir di suatu blog yang walaupun tulisannya itu panjang tetep gak bosen lhooh dibaca sampai abis.. Mungkin emang tergantung kemampuan masing2 aja kali yaa Mas??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, ini kan hanya pendapat dan kesukaan saya saja. Bahwa saya lebih suka yang pendek. Kalau seandainya ada penulis ada yang suka dan bisa membuat tulisan yang panjang, itu juga bagus kok. Tergantung dari penulis masing-masing saja.. :)

      Hapus
  2. tergantung konteksnya juga sih
    tak mungkin kita bikin pendek sesuatu yang butuh penjelasan panjang. tar malah beresiko bikin salah pengertian.kalo cuma cerita sehari-hari sih mending pendek pendek aja biar ga terlalu didramatisir, tar malah terkesan lebay

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah.. Itu maksud saya Om.. :)
      In hanya pendapat saya saja dan memang saya lebih suka yang pendek.. :)

      Hapus
  3. Saya malah seringnya nulis cenderung panjang. Yaaa... kayaknya pas nya begitu itu.
    Kalau sedang ingin yang singkat, malah saya buat puisi aja sekalian.
    Tapi memang yang penting semua karena feel kita sendiri, bukan ikut2an atau gimana.

    Kunjungan perdana, salam kenal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar...
      Lebih baik pendek tapi karya sendiri dari pada panjang tapi hasil copy paste. Parahnya lagi tidak mencantumkan referensi.. :)

      Salam kenal kembali, jangan bosan-bosan untuk main kesini ya mbak..

      Hapus
  4. Tapi kan sekarang panjang pendek tulisan ada ketentuannya. Ada yg berdasarkan jumlah karakter minimal ada yang berdasarkan jumlah kata

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya memang, tapi semuanya kembali pada diri kita masing-masig selaku penulis. Mau dipanjangin atau dipendekin.. :)

      Hapus
  5. kalau saya relatif saja, kondisional

    BalasHapus
  6. saya juga sering tidak bisa menggambarkan kelebay an saya mas, akhirnya ya pendek pendek gitu

    BalasHapus
  7. kalau celana, say alebih suka yang 3/4

    kalau tulisan, saya ngga bisa nulis panjang2.. biasanya pendek aja karena mmapunya cuma begitu, haha

    BalasHapus
  8. Halo semuanya! Bantu saya berterima kasih kepada Bunda Esther

    Saya Widodo saya tinggal di Medan di Indonesia, saya telah mencari pinjaman selama beberapa tahun. Saya 6 kali menjadi korban penipuan dengan pemberi pinjaman palsu yang telah menghancurkan hidup saya, saya memang mencoba bunuh diri karena mereka. Karena saya punya hutang dan tagihan yang harus dibayar. Saya pikir ini sudah berakhir untuk saya, saya tidak lagi memiliki perasaan hidup. Saya hampir menyerah, tidak sampai saya mencari saran dari teman SISKA WIBOWO (siskawibowo71@gmail.com) yang kemudian mengarahkan saya ke pemberi pinjaman yang sangat andal, Ny. ESTHER PATRICK yang meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 150 juta Rupiah dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tekanan atau tekanan pada tingkat bunga lebih rendah dari 2%. (estherpatrick83@gmail.com)

    Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah pinjaman yang saya terapkan langsung ditransfer ke rekening bank saya tanpa penundaan atau kekecewaan, karena saya berjanji akan membagikan kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman dengan mudah tanpa stres . silakan hubungi ibu sekarang estherpatrick83@gmail.com

    Dan saya tahu sebagian besar dari Anda juga telah menjadi korban penipuan, Anda tidak perlu repot lagi karena saya harus menyampaikan kabar baik dan satu-satunya pemberi pinjaman yang dapat Anda percayai, Jadi saya tidak dapat menyimpan ini untuk diri saya sendiri sehingga saya harus mulai dengan membagikan kesaksian tentang mengubah hidup ini bahwa Anda dapat menghubungi saya melalui email (widodocepi@gmail.com) Ny. Esther Patrick Saya selamanya Bersyukur atas Segala yang telah Anda lakukan untuk saya.

    BalasHapus