Rumah atau Apartemen? Ini Perbedaan yang Paling Mendasar

Saat seseorang memutuskan untuk membeli hunian, hal pertama kali dan yang paling penting untuk diperhatikan adalah 2 hal, lokasi dan gaya hidup lingkungannya. 2 hal tersebut menjadi sangat penting karena keduanya merupakan hal yang sangat berperan dalam kesuksesan seseorang untuk menciptakan kenyamanan dalam sebuah hunian.

Oh iya, jenis properti yang digunakan sebagai hunian terbagi menjadi dua, yaitu vertikal dan rumah tapak atau tradisional. Rumah vertikal bisa berarti apartemen, rumah susun, atau kondominium.

Namun, dari kedua hunian tersebut masing-masing penghuninya memiliki hak dan kewajiban yang berebeda. Biasanya, karena perbedaan inilah yang kemudian menjadi daya tarik masing-masing saat seseorang akan membeli dan menempatinya.

Berbicara soal hak dan kewajiban tentu akan sangat berkaitan dengan berapa banyak uang yang dikeluarkan untuk hal tersebut. Lalu, apa saja yang akan didapatkan setelah membeli hunian dengan jumlah uang yang tidak sedikit?

Apalagi rumah akan menjadi tempat yang kemungkinan besar akan dihuni sampai tahun-tahun mendatang.


Nah, jika Anda masih bingung memilih antara dua jenis hunian tersebut, berikut beberapa perbedaan yang paling mendasar aiantara keduanya yang bisa dipertimbangkan sebelum membelinya.

1. Hak Milik
Ketika membeli rumah tradisional, yang Anda miliki adalah rumah itu sendiri. Dalam kebanyakan kasus, Anda juga memiliki tanahnya. Banyak orang memutuskan untuk beli rumah murah dengan pertimbangan hal ini, beli rumah sekaligus dapat tanah.

Sementara untuk hunian vertikal, Anda hanya memiliki ruangan di dalamnya. Paling tidak, Anda juga bisa menikmati fasilitas yang disediakan untuk digunakan secara bersama-sama dengan penghuni lain.

Namun dengan memiliki hunian vertikal, Anda tidak serta merta memiliki juga tanah pada properti tersebut.

2. Pemeliharaan
Tinggal di rumah tradisional, berarti Anda bertanggung jawab untuk semua perawatannya. Jika ada pekerjaan yang perlu dilakukan, Anda harus membeli alat atau menyewa jasa orang lain untuk melakukan pekerjaan tersebut.

Sementara di hunian vertikal, pada sebagian besar kasus, pengelola yang bertanggung jawab untuk pemeliharaan ruang hidup Anda.

3. Fitur komunitas
Salah satu keuntungan tinggal di sebuah hunian vertikal dibandingkan rumah tradisional adalah bahwa biasanya apartemen atau kondominium memiliki fitur komunitas.

Lapangan tenis, kolam renang, atau fasilitas berbasis masyarakat lainnya menjadi lebih mudah digunakan dan dipelihara di sebuah kondominium.

Dalam kasus rumah tradisional, fitur tersebut akan sangat mahal karena harus menyewa.

Nah, itulah perbedaan yang sangat mendasar antara rumah tradisonal dan apartemen. Yang pasti, saat akan membeli hunian, pilihlah yang paling sesuai dengan gaya hidup dan kebutuhan.

Semoga bermanfaat dan salam bahagia dari Bondowoso..
JANGAN LUPA, BAGIKAN TULISAN INI
TULISAN MENARIK LAINNYA

1 Komentar untuk Tulisan
"Rumah atau Apartemen? Ini Perbedaan yang Paling Mendasar"

  1. Setuju. Pilih hunian yg sesuai kebutuhan. Klok yg butuh fasilitas yg srba mudah nan praktis jg strategis, ya pilihan tepatnya tentu apartemen yak.

    BalasHapus

Tulis Komentar Anda untuk tulisan saya diatas

Anda SANGAT DILARANG berkomentar dngan tidak baik dan mengandung unsur SARA.
Setiap komentar Anda akan otomatis tampil, namun semua komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya, akan ditampilkan atau tidak atau malah akan saya hapus.
Jika Anda akan membalas komentar, gunakan tombol Balas dibawah komentar yang akan Anda balas.

Orang baik, berkomentar dengan baik.
Saya bangga Anda menjadi komemtator yang baik.