Jawa Timur dan Calon Pemimpin yang Tepat


Pagelaran pesta demokrasi masyarakat Jawa Timur untuk memilih gubernur memang masih lama, sekitar dua tahun lagi. Namun suasana keseruan pagelaran ini sudah terasa sejak beberapa bulan terakhir. Beberapa calon yang akan ‘duduk’ sudah mulai memasang foto dirinya ditempat-tempat ramai. Orang-orang juga sudah sering membicarakan siapa saja yang akan ‘nyalon’, mengendarai partai apa, bagaimana cara memimpinnya hingga spekulasi tentang kemenangan akan dimiliki oleh siapa.

Pemilihan pemimpin memang selalu menjadi pusat perhatian, selain karena akan menentukan masa depan, pelaksanaannya sering memiliki banyak problema, dinamika dan isu yang sayang untuk dilewatkan. Begitu juga di Jawa Timur, sebuah provinsi besar yang memiliki 29 kabupaten dan 9 kota dengan jumlah penduduk kurang lebih 38.847.561 jiwa. Dua tahun lagi, provinsi ini akan memiliki pemimpin baru setelah dua periode sebelumnya dipimpin oleh Pakde Karwo.

Jawa Timur merupakan provinsi terluas diantara 6 provinsi yang ada di Pulau Jawa, dengan jumlah penduduk terbanyak setelah Jawa Barat di Indonesia. Wilayahnya terdiri dari beberapa pulau, Pulau Madura, Pulau Bawean, Pulau Kangean dan pulau-pulau kecil di Laut Jawa. Selain keberagaman wilayah, di Jawa Timur juga terdapat beberapa seni, budaya dan adat istiadat. Hampir disetiap daerah, baik kabupaten atau kota memiliki seni budaya dan adat istiadat masing-masing. Seni yang cukup terkenal adalah Ludruk, Reog, Jaran Kepang, Topeng Dalang Madura dan masih banyak lainnya. Demikian juga suku dan agama, keduanya hidup damai, aman dan bahagia di Jawa Timur. Dari beberapa suku bangsa dan agama yang ada, hampir seluruhnya memiliki penganut dan pengikut di Jawa Timur, Suku Jawa, Madura, Osing dan Tionghoa. Agama Islam, Protestan, Katolik, Buddha, Hindu dan Konghucu.

Jawa Timur juga memiliki banyak potensi daerah yang meliputi pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, kehutanan, perindustrian, pertambangan, pariwisata dan sumberdaya energi lainnya. Industri-industri besar juga berdiri kokoh di Jawa Timur, seperti PT PAL Surabaya (galangan pembuatan kapal terbesar di Indonesia), PT Pindad Malang (industri perlengkapan tempur), PT INKA Madiun ( industri besar kereta api terbesar di Asia Tenggara), Pabrik kertas di Sidoarjo dan Probolinggo, pabrik rokok dan pabrik semen. Home industri penhasil kuliner dan oleh-oleh khas Jawa Timur juga tumbuh pesat disepanjang jalan utama provinsi.

Selain keberagaman yang telah saya sebutkan di atas, Jawa Timur juga tidak kalah bersaing dalam hal teknologi. Seperti yang telah kita ketahui bersama, teknologi merupakan kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari hidup manusia. Perkembangan teknologi saat ini sangat pesat, dan memiliki dampak perubahan yang sangat besar bagi manusia. Demikian juga bagi masyarakat Jawa Timur, teknologi terus berkembang di provinsi dengan luas 47.922 km² ini.

Di Jawa Timur, banyak sektor telah memanfaatkan teknologi untuk kemaslahatan dan kemudahan masyarakat dalam hal layanan publik, salah satunya di Kota Surabaya. Hampir semua layanan masyarakat di kota metropolitan kedua setelah Jakarta ini, memanfaatkan teknologi, seperti e-Musrenbang, e-Budgeting, e-Procurement, e-Payment, e-Delivery dan banyak lagi lainnya. Layanan yang besifat daring ini, mampu memangkas birokrasi, meminimalisir tatap muka antara pemohon dan birokrat yang kental akan KKN (korupsi, kolusi dan nipotisme), transparan dan yang pasti akan mempermudah perkembangan dan pertumbuhan ekonomi di Kota Surabaya.

Lain di Kota Surabaya, lain pula di Kabupaten Jember, salah satu kabupaten di Jawa Timur. Di Jember, terdapat aplikasi pintar menggunakan teknologi android. We Are Ready (WAR) Kentongan Online, namanya. Aplikasi yang dibuat dan dikembangan oleh Polres Jember ini, berguna untuk melaporkan tindakan kriminal yang terjadi pada polsek, dengan hanya beberapa klik di layar ponsel. Selanjutnya, polisi yang terdekat dengan lokasi kejadian bisa langsung menuju lokasi. Selain untuk meminimalisir terjadinya tindak kejahatan, dengan aplikasi ini polisi dan masyarakat akan semakin akrab untuk menciptakan suasana yang aman dan nyaman.

Pemimpin yang Tepat untuk Jawa Timur
Dari keberagaman fakta yang telah saya sampaikan diatas, lalu pemimpin seperti apa yang pas untuk memimpin Jawa Timur kedepan? Yang pasti, sosok yang tepat memimpin Jawa Timur harus idaman semua masyarakat, pro dengan rakyat, mengerti sistem pemerintahan daerah yang bersih, jujur, adil, sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta harus memiliki semangat muda. Semangat muda bukan saja muda dalam segi umur, melainkan harus memiliki jiwa dan gelora semangat perubahan dan pengembangan dalam segala hal. Baik dalam hal pertumbuhan ekonomi, pendidikan, teknologi dan pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu Jawa Timur juga membutuhkan pemimpin yang mengerti dan melek teknologi. Karena pertama, kedepan saat era globalisasi semakin mendalam dan teknologi terus berkembang dengan pesat, Jawa Timur akan sangat bergantung kepada keduanya. Kedua, di Jawa Timur beberapa daerah telah menggunakan teknologi untuk berbagai sektor, terutama layanan untuk masyarakat. Ini harus dikembangkan, untuk seluruh daerah di Jawa Timur. Ketiga, pemimpin yang mengerti dan melek teknologi bisa membuat terobosan baru yang bisa menampung aspirasi masyarakt secara cepat. Contoh yang paling nyata adalah wali kota Bandung, Kang Emil. Beliau sangat aktif dimedia sosial dan telah membuat terobosan smart city. Dengan terobosan ini, pemerintah Kota Bandung memasang dua aplikasi. Media Social Mapping dan Panic Button. Aplikasi Media Social Mapping, bekerja untuk menampung seluruh percakapan warga di facebook dan twitter terkait pelayanan publik dan keluhan-keluhan warga seputar infrastruktur. Selanjutnya, pemerintah akan menindaklanjuti dengan cepat apa yang telah disampaikan masyarakat dengan langsung menyelesaikannya. Sementara untuk aplikasi Button Panic, memiliki cara kerja hampir sama dengan We Are Ready (WAR) Kentongan Online yang dimiliki Kabupaten Jember. Yaitu, masyarakat dapat melaporkan tindak kejahatan yang terjadi dengan hanya melakukan beberapa klik pada layar ponsel. Selanjutnya, pihak kepolisian terdekat akan segera datang ke lokasi yang dilaporkan telah terjadi tidak kejahatan.

Sebenarnya, selain ketiga hal kenapa pemimpin Jawa Timur harus mengerti dan melek teknologi di atas, masih banyak lagi hal-hal lain yang bisa dikembangkan menggunakan teknologi. Pendidikan, ekonomi, industri, lapangan pekerjaan, kekayaan alam, adat istiadat, seni, budaya dan semuanya. Intinya, jika pemimpin Jawa Timur benar-benar peka dengan teknologi, tentu ini akan menjadi nilai tambah bagi Jawa Timur kedepan.

Harapan untuk Pemimpin Jawa Timur
Siapapun yang nantinya akan memimpin Jawa Timur, sebagai masyarakat biasa saya menggantungkan satu harapan besar dipundak kepemimpinannya. Harapan ini sederhana. Saya tidak akan menuntut agar di Jawa Timur harus begini dan begitu, karena Jawa Timur sudah bagus dalam segala hal. Saya juga tidak akan menuntut agar gubernur terpilih harus melunasi janji-janjinya saat kampanye. Karena saya yakin, pemimpin terpilih Jawa Timur nanti akan mewujudkan apa yang telah dijanjikannya saat kampanye. Saya juga mengerti bahwa, semua butuh waktu dan proses yang cukup rumit. Tetapi saya akan menunggu hal manis yang akan diberikan kepada kami, masyarakat Jawa Timur.

Satu harapan besar saya adalah kesiapan gubernur terpilih untuk memperbaiki hal yang sangat primer dalam sebuah pembangunan, yaitu pendidikan. Masalah pendidikan ini, sudah tertuang secara jelas dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, bahwa salah satu tujuan bangsa Indonesia adalah “... mencerdaskan kehidupan bangsa ...”.

Sampai saat ini, pendidikan di Jawa Timur sudah cukup baik, tetapi masih perlu perbaikan sana-sini. Contoh nyata yang sempat menjadi isu nasional adalah kasus Pak Sambudi seorang guru SMP Swasta di Sidoarjo. Beliau ‘dipolisikan’ orang tua siswa karena diduga telah mencubit salah seorang murid karena tidak mengikuti shalat berjamaah.

Bagi orang yang tidak terjun langsung dalam pendidikan, masalah ini mungkin terdengar masalah biasa. Tetapi bagi saya yang terlibat langsung dalam pendidikan, ini adalah masalah besar, karena ini merupakan awal dari masalah besar lainnya yang akan dilakukan oleh siswa. Awal-awal memang hanya tidak ikut shalat berjamaah, berikutnya bolos sekolah, berikutnya lagi melanggar nurma masyarakat dan pelanggaran-pelanggaran besar lainnya.

Ditambah lagi, sekarang teknologi sudah semakin canggih. Anak-anak dengan mudah bisa mengakses banyak hal yang tidak layak baginya, plus beragamnya tontonan yang maaf, sangat vulgar ditayangkan di saluran tv nasional dengan kemasan kegiatan belajar disekolah. Padahal didalamnya terdapat adegan-adegan yang tidak pantas. Masak iya, anak didik kelas 5 SD sudah disuguhkan adegan pacaran. Duh... Sangat ironis!

Hal ini tentu menjadi tugas kita bersama, keluarga, guru dan tentunya juga pemerintah Jawa Timur. Kenapa pemerintah? Bukankah sudah cukup ditangani oleh keluarga dan pihak sekolah? Tidak! Karena pemerintah dengan kebijakannya bisa membatasi tayangan-tayangan yang tidak layak ditonton untuk pelajar. Bisa juga dengan cara menyelipkan konsep pembelajaran dalam kurikulum daerah, memasukkan materi khusus dalam mata pelajaran muatan lokal misalnya. Saya percaya, di Jawa Timur banyak orang-orang hebat yang akan bisa merealisasikan ini, demi kebaikan calon pemimpin masa depan kita!

Sektor yang Harus Menjadi Fokus Pemimpin Jawa Timur Kedepan
Dua hal yang harus menjadi fokus pemimpin Jawa Timur kedepan. Pendidikan dan teknologi. Ya, hanya dua sektor ini saja. Seperti yang telah saya certitakan di atas, pendidikan di Jawa Timur sudah bagus. Namun memang harus terus diperhatikan, karena dengan sektor ini akan banyak menghasilkan pemimpin-pemimpin masa depan.

Pun demikian untuk teknologi. Semua sektor bisa dilakukan dan dikembangkan menggunakan teknologi. Contoh saja yang telah dilakukan oleh Kota Surabaya, Kabupaten Jember dan Kota Bandung diatas.


Saya tidak akan menjelaskan bagaimana cara yang harus dilakukan pemimpin Jawa Timur agar bisa fokus dalam dua sektor ini. Karena sekali lagi, di Jawa Timur banyak orang-orang hebat yang tentu lebih kompeten untuk mengembangakan Jawa Timur kedepan. Saya, sebagai masyarakat biasa hanya bisa menyampaikan dan menggantungkan harapan kepada Bapak/Ibu pemimpin Jawa Timur.

Siapa Saja Calon Gubernur Jawa Timur?
Tak terasa tulisan saya sudah sangat panjang, sudah sekitar 1.400-an kata dan saya belum juga menyampaikan siapa saja orang-orang yang akan ‘nyalon’. Semoga saja tidak keluar dari tema utama yang ingin saya sampaikan dan Anda bisa mengambil manfaat dari tulisan yang masih akan panjang ini. :)

Jadi begini, selain memiliki banyak kekayaan dari semua bidang, Jawa Timur juga kaya akan orang hebat. Hebat dalam arti positif tentunya. Saya mendengar ada banyak nama yang dibicarakan orang-orang untuk memimpin Jawa Timur kedepan, baik yang sudah menyatakan siap mencalonkan diri atau hanya sekedar opini yang beredar di masyarakat. Dari beberapa nama, saya jadikan tiga golongan, (1) wajah lama,  (2) wajah baru yang sudah dikenal dan (3) wajah baru yang tidak begitu dikenal tetapi punya trik untuk dikenal.

Dari golongan wajah lama ada nama wakil gubernur, Syaifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul. Ada juga Ibu Khofifah Indar Parawansa yang sudah dua kali ‘nyalon’ dan sekarang menjadi Menteri Sosial RI.

Dari golongan ‘wajah baru’ yang sudah dikenal, ada Ibu Tri Rismaharini, wali kota Surabaya. Karena beliau sukses memimpin Kota Surabaya dan beberapa kali menolak untuk ‘nyalon’ di DKI Jakarta, wali kota yang memimpin Kota Surabaya untuk kedua kalinya ini dinilai layak untuk memimpin Jawa Timur. Ada Bapak Abdullah Azwar Anas, bupati Banyuwangi. Dengan kesuksesannya mengembangkan potensi wisata Banyuwangi, beliau juga digadang-gadangkan layak untuk naik ke level teratas kepemimpinan di Jawa Timur. Ada Bapak Suyoto, gubernur Bojonegoro. Dari kesuksesannya membawa Bojonegoro menjadi wakil Indonesia dan Asia sebagai daerah Percontohan Pemerintah Daerah Terbuka, bupati yang pernah menjadi dosen ini juga dinilai layak untuk memimpin Jawa Timur. Ada Bapak Hasan Aminuddin, mantan bupati Kabupaten Probolinggo dua periode ini sekarang menjabat Anggota DPR RI Komisi VIII. Beliau sudah mendeklarasikan untuk ‘nyalon’ menjadi pemimpin Jawa Timur.

Terakhir, dari golongan wajah baru yang tidak dikenal tetapi punya trik untuk dikenal. Sampai saat ini saya masih menemukan satu nama, yaitu Bapak Hadi Prasetyo. Beliau menjabat sebagai Asisten Biro Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Jawa Timur. Saya pertama kali menngenal beliau lewat media sosial facebook. Karena penasaran, saya mencoba untuk mencari tahu. Ternyata hasilnya luar biasa, beliau sangat aktif di beberapa media sosial seperti twitter dan youtube. Selain itu, beliau juga memiliki sarana online yang dinamakan HD Prast Center yang beralamat di hdprast.com. Dalam laman ini, beliau menyampaikan beberapa informasi, baik seputar kegiatan dan kesiapannya untuk memimpin Jawa Timur kedepan. Yang unik adalah, beliau juga memanfaatkan youtube dengan menamakan channel-nya HDP TV. Dalam beberapa video yang telah tayang, beliau menyampaikan beberapa hal terkait Jawa Timur. Salah satunya pertumbuhan ekonomi yang menjadi bidang pekerjaannya selama ini. Beliau juga membahas soal pendidikan, lapangan pekerjaan dan isu-isu lain yang berkaitan langsung dengan Jawa Timur. Mendapati hal ini saya jadi teringat kepada Kang Emil, wali kota Bandung yang selama ini dikenal anak sosmed dengan banyak terobosan barunya.

Kemudian saya berpikir, Bapak Hadi Prasetyo ini peka akan teknologi. Beliau memanfaatkan betul keberadaan teknologi yang bisa mengangkat namanya dalam bursa calon pemimpin Jawa Timur kedepan. Maka, tidak salah rasanya jika saya mengatakan wajah baru yang tidak dikenal tetapi punya trik untuk dikenal. Dan saya yakin, tidak lama lagi Bapak Hadi Prasetyo akan dikenal secara menyeluruh oleh masyarakat Jawa Timur lewat media sosial yang dimiliki dan dikembangkannya. Jika Anda ingin mengenal sosok Bapak Hadi Prasetyo, silahkan intip sosial medianya berikut ini:
- Facebook : @mas.hadi.prast
- Twitter : @HDPrast
- Youtube : HDP TV

Dari Beberapa Nama Diatas, Siapa yang Tepat?
Jawabannya ada ditangan kita masing-masing sebagai masyarakat Jawa Timur. Pagelaran pesta demokrasinya juga masih dua tahun lagi, semoga kita semua akan menemukan calon pemimpin yang pas untuk Jawa Timur dan siapapun yang terpilih, nantinya akan membawa Jawa Timur menjadi lebih baik.

Salam hangat dari Bondowoso..

**

Sumber gambar dan tulisan, saya ambil di:
1. https://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Timur
2. Freepik.com
BAGIKAN TULISAN INI

4 Komentar untuk "Jawa Timur dan Calon Pemimpin yang Tepat"

  1. Aku blm liat kandidat utk jateng

    Duh siapa yg cocok yaa

    BalasHapus
  2. saya taunya pak halupis kuntul baris kang

    BalasHapus
  3. Siapa pun kandidatnya, semoga bisa membawa Jatim menuju kejayaan dan kemakmuran ya Mas. Termasuk kandidat yang maksud di atas. Aaamiin.

    BalasHapus
  4. Wah, karena saya orang Probolinggo dan lama tinggal di Surabaya, sepertinya dua nama, Bu Risma dan Bapak Hasan, memang sempat saya rasakan perubahannya :3
    Tapi, siapapun yang terpilih kelak, semoga bisa membawa perubahan Jatim lebih baik lagi (sekarang sudah sangat baik pula tentunya) :D

    BalasHapus

Tulis Komentar Anda untuk tulisan saya diatas

Anda SANGAT DILARANG berkomentar dngan tidak baik dan mengandung unsur SARA.
Setiap komentar Anda akan otomatis tampil, namun semua komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya, akan ditampilkan atau tidak atau malah akan saya hapus.
Jika Anda akan membalas komentar, gunakan tombol Balas dibawah komentar yang akan Anda balas.

Orang baik, berkomentar dengan baik.
Saya bangga Anda menjadi komemtator yang baik.