Menggunakan Facebook Sebagai Media Transfer Gambar / Foto


Facebook, bagi saya bukan hanya untuk ber-sosial media saja, tetapi saya sering menggunakan untuk bertukar data dengan teman, memindah data (terutama gambar, foto dan video) dari ponsel ke komputer atau sebaliknya. Cara ini cukup efisien dan instan. Efisien karena tidak membutuhkan waktu yang lama, instan karena tidak membutuhkan flashdisk atau harddisk, kabel USB, card reader dan semacamnya.

Cara ini akan bermanfaat bagi Anda yang suka menggunakan foto hasil kamera ponsel sebagai pelengkap sebuah tulisan di blog, tetapi masih harus melalui proses editing (cropping, resize, merubah warna, memberikan teks dan lain-lain) terlebih dahulu.

Setelah saya ada masalah dengan hak cipta gambar, mulai saat itu saya putuskan untuk memakai gambar hasil buatan saya sendiri. Baik gambar yang saya ambil menggunakan kamera ponsel atau membuatnya langsung di Photoshop. Nah.. sebelum proses editing inilah saya biasa menggunakan facebook sebagai media transfer gambar dari ponsel ke komputer.

Caranya sederhana dan tidak memakan waktu lama, karena sifatnya ini sama seperti kita sedang meng-upload foto atau gambar di facebook. Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah, pilihan pada menu "Kepada" atau "Siapa yang dapat melihat ini?".
Sebelum di-upload, atur pilihan "Kepada" atau "Siapa yang dapat melihat ini?" menjadi " Hanya Saya"

Sebelum di-upload maka kita harus mengatur pada pilihan " Hanya saya", agar gambar yang kita upload hanya kita saja yang bisa melihat. Ini prinsipnya adalah agar gambar atau foto kita tidak bocor sebelum tulisannya di-publish. :)

Setelah selesai, maka selanjutnya tinggal men-download gambar tersebut menggunakan komputer yang akan kita gunakan untuk mengedit. Selesai..!
Gambar atau foto selesai di-upload, yang bisa melihat hanya saya. :)

Cara ini jelas berbeda dengan menggunakan kabel USB atau bahkan card reader. Sepengalaman beberapa teman kantor, ponsel mereka tiba-tiba kembali ke pengaturan pabrik secara otomatis setelah sharing data dengan komputer menggunakan kabel USB. Usut punya usut ternyata karena sistem operasi yang digunakan tidak support dengan ponselnya. Jadi berhati-hatilah.. :)

Apalagi jika menggunakan card reader, dimana kita harus mencopot memori lebih dulu kemudian memindahkannya ke card reader. Saya ingatkan, bahwa cara ini lebih rentan terhadap virus. Sayang, jika data-data penting kita harus hilang karena terinfeksi virus. Tetapi pilihan tetap ditangan Anda.. :)

Cara yang lebih praktis agar kita tidak perlu meng-upload gambar atau foto secara manual adalah dengan mensinkronkan foto galeri dengan facebook.
Agar praktis, sinkronkan foto atau gambar galeri ke facebook

Tetapi, jika cara ini diterapkan akan memakan banyak kuota data seluler. Karena setiap kali ada foto atau gambar baru di galeri akan secara otomatis di-upload ke facebook. Dan Anda tidak perlu khawatir dengan privasi foto atau gambar Anda, karena semua yang ter-upload akan secara otomatis diatur " Hanya Saya", jadi tidak akan ada yang melihatnya sebelum Anda mempublikasikannya.

Tertarik untuk mencoba tanpa ribet? Silahkan.. :)
JANGAN LUPA, BAGIKAN TULISAN INI
TULISAN MENARIK LAINNYA

18 Komentar untuk Tulisan
"Menggunakan Facebook Sebagai Media Transfer Gambar / Foto"

  1. wooo gitu ya

    aku jg nyinpen foto yg khusus buat blog. hanya saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, begitu caranya. Dan mungkin juga sudah banyak yang menggunakan cara ini, termasuk kamu, Ji.. :)

      Hapus
  2. Ooh iyaa juga yaa.. saya belum pernah coba pakek cara begini. Hahaha. :D (agak ketinggalan)

    Saya udah jarang upload foto k fb soalnya. Jadinya tiap mau pakek untuk blog saya masih transfer via kabel USB. Karna masih laptop pribadi, saya rasa masih aman. Kapan2 saya mau coba caranya Mas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo masih komputer pribadi saya rasa aman, mas. Tapi masi ribet. :)
      Dicoba aja, mas. Praktis kok!

      Hapus
  3. Tipsnya boleh juga, bisa dicoba. Tetap semangat NgeBlog hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan, kakak..
      Semoga bermanfaat ya.
      Semangat blogging juga buat Kak Didik. :)

      Hapus
  4. sering nyoba begini, sih, jadi nggak repot resize dan lain-lain. :)

    BalasHapus
  5. nah, tak praktekin dulu yaa. foto fotoku udah numpuk dihape

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh, silahkan. Jangan lupa menunya dirubah "Hanya Saya" agar tetap private. :)

      Hapus
  6. ya ampun aku baru tau klo bisa sinkronisasi di FB, tapi beneran aman tuh ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aman, mbak..
      Asal pilihan yang dipilih "Hanya Saya"..

      Hapus
  7. Wah boleh juga ya cara ini, aku belum pernah nyoba. Itu setting diubah-ubah berarti, kalo untuk umum di setting utk publik lagi ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mbak. Tergantung situasi dan kondisi. :)
      Kalo mau diliat semua teman, setting menjadi "Publik". Kalo mau hanya sampean yang melihat, setting "Hanya Saya"..

      Hapus
  8. oh gtu pak... hmb.. bisa bisa....

    BalasHapus
  9. Aku sering banget ni pake setting 'hanya saya', soalnya takut dibilang anak alay kalau sering masukin foto. ntar udahsemingguan baru deh kuganti ke 'teman'. Cara ini maksudnya biar foto2ku gak muncul di kronologi orang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya.. Salah satu cara juga, biar gak selalu posting foto di Facebook.. :)

      Hapus

Tulis Komentar Anda untuk tulisan saya diatas

Anda SANGAT DILARANG berkomentar dngan tidak baik dan mengandung unsur SARA.
Setiap komentar Anda akan otomatis tampil, namun semua komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya, akan ditampilkan atau tidak atau malah akan saya hapus.
Jika Anda akan membalas komentar, gunakan tombol Balas dibawah komentar yang akan Anda balas.

Orang baik, berkomentar dengan baik.
Saya bangga Anda menjadi komemtator yang baik.