Beberapa Mitos Saat Kehamilan

Alhamdulillah, sampai saat ini umur kehamilan istri saya sudah memasuki usia sembilan bulan. Dari hasil USG yang telah kami lakukan beberapa waktu lalu, diketahui bahwa anak kami sehat, berat badannya 2,6 Kg, posisi normal, air ketuban cukup dan berjenis kelamin perempuan. Kami tak henti-henti berucap syukur atas pemberian-Nya dan kami selalu berharap dan berdo'a agar nanti saat proses persalinan bisa berjalan lancar, amin..


Selama kehamilan, sejak pertama kami melakukan tes urine, sampai sekarang masuk usia sembilan bulan kami telah mengalami banyak hal, ternmasuk pula didalamnya adalah mitos saat kehamilan, baik untuk istri dan untuk saya sebagai suami. Sebagai orang yang mengerti agama dan pendidikan, kami tidak percaya tentang mitos, karena selain tidak memiliki dasar, mitos juga kadang tidak bisa diterima oleh akal sehat.




Tetapi yang namanya hidup bersama orang banyak, lebih-lebih hidup bersama ibu mertua yang sudah berumur, kadang ada saja rasa was-was untuk tidak mempercayainya. Jika demikian, maka kami akan mengembalikannya pada kondisi tertentu. Jika memang melanggar mitos itu untuk kebaikan dan sifatnya mendesak, maka kami akan melanggarnya. Jika tidak mendesak dan kondisi itu bisa dilakukan setelah proses persalinan, maka kami akan menundanya.

Berikut beberapa mitos yang telah kami alami selama sembilan bulan ini.

1. Tidak boleh membunuh hewan dan mahluk hidup lainnya
Katanya, jika sedang hamil, baik istri atau suami tidak boleh membunuh mahluk hidup, apapun itu. Terutama hewan. Karena ini akan menyebabkan hal yang paling tidak diinginkan, yaitu anak yang dikandung istri akan meninggal.

Sebenarnya, menurut saya, sedang tidak hamil-pun saya rasa tidak boleh untuk membunuh mahluk hidup. Tetapi yang tidak bisa diterima oleh akal sehat adalah, bagaimana jika kita dihadapkan dengan hewan yang membahayakan. Apakah mitos ini masih berlaku? :)

2. Tidak boleh melilitkan handuk pada leher saat mau mandi atau setelah mandi
Mitos ini lebih mengerikan lagi, katanya jika dilakukan, saat anak kita lahir ia akan terlilit oleh tali pusar. Keadaan ini bisa mengakibatkan hal yang tidak diinginkan, baik untuk bayinya sendiri juga untuk ibu.

Untuk mitos ini, saya bukan percaya, tetapi lebih kepada mengikuti perintah orang tua. Ya, pada awal kehamilan ibu mertua selalu mengingatkan saya saat mau mandi tentang mitos ini. Karena ini tidak sulit, jadi ya saya turuti saja dengan hanya menenteng handuk saat mau mandi atau setelah selesai mandi.

3. Tidak boleh memaku apapun
Jika mitos ini dikerjakan, kabarnya akan mempersulit proses persalinan, bayi tidak mau keluar dan ketuban akan tetap kuat berada diperut ibu. Logikanya sama dengan jika kita memaku sesuatu, apa yang kita paku berarti akan semakin kuat dan sulit untuk dibuka.

Yang tidak masuk akal pada mitos ini adalah bagaimana jika suami yang kebetulan istrinya hamil dan profesinya sebagai tukang bangunan. Apa dia akan tidak bekerja hanya karena percaya pada mitos ini? :)

Sampai sekarang ketika memang ada hal yang perlu dipaku, dan kondisinya mendesak ibu mertua selalu menyuruh tetangga untuk mengerjakannya. Pernah beberapa waktu lalu, pintu kamar mandi tidak bekerja secara maksimal karena engselnya rusak. Sebenarnya saya bisa membetulkan sendiri, tetapi kembali lagi kepada ibu mertua yang selalu konsisten dengan kepercayaannya pada mitos, mau tidak mau akhirya harus menyuruh orang untuk memperbaikinya. Sementara saya, sekali lagi harus patuh kepada orang tua.

4. Jangan menembel semua barang, apapun itu!
Mitos ini sama dengan mitos sebelumnya yaitu tidak boleh memaku apapun. Dan, sampai saat ini ada beberapa barang dirumah yang saya biarkan tidak berfungsi. Ada timba dan derigen yang pecah dan tidak bisa digunakan untuk wadah air. Sempat saya ingin menembelnya, tetapi sekali lagi saya harus patuh kepada perintah orang tua. Akhirnya, agar persediaan air dirumah tetap cukup kami membeli timba dan dirigen baru. :)




5. Sering berbagi minyak goreng
Dari beberapa mitos, yang menarik bagi saya adalah mitos ini. Sebenarnya tidak harus menunggu hamil duu sih untuk berbagi, tidak harus minyak goreng juga yang dibagi. Tetapi seperti yang telah saya jelaskan diatas, mitos memang sulit diterima akal sehat.

Nah.. Itulah beberapa mitos kehamilan yang telah saya alami. Mau percaya atau tidak, silahkan! Semua piihan ada ditangan Anda. Kalau saya, lebih kepada patauh terhadap orang tua. :)

Atau mungkin ingin menambahkan, siahkan..

Salam hangat dari Bondowoso..
JANGAN LUPA, BAGIKAN TULISAN INI
TULISAN MENARIK LAINNYA

15 Komentar untuk Tulisan
"Beberapa Mitos Saat Kehamilan"

  1. Pada dasarnya gak percaya sama mitos, tapi lebih ke nurutin orang tua, biar gak disumpahin yg macem-macem :D . Makasih udah share..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe..
      Iya, mbak.. Saya juga begitu, cari aman aja, karena do'a ibu itu mustajab..

      Hapus
  2. Mitos itu bisa dinalarkan. Membunuh binatang tanpa jelas alasannya kan memang tidak baik.
    Salam hangat dari Jombang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar, pak dhe..
      Hasil nalar-pun biasanya juga harus diambil yang paling baik. Kalo gak gitu, ntar malah akan timbul hal yang tidak diinginka.
      Terimakasih, dhe. Dan salam hangat kembali dari Bondowoso..

      Hapus
  3. He? Gak boleh nambal.... Bapakku tukang tambal ban, masa gak kerja? Ada2 aja

    typo, komemtator

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Ji..
      Yang saya temukan dilapangan begitu. Entah kalau didaerahmu gimana. Tunggu aja samapi nanti kamu hamil..
      Hehe
      Berarti sama dengan kasus yang tukang bangunan itu. Masak gak poleh maku.. :)

      Hapus
  4. Yang penting harus hati-hati agar menjauhi mitos bukan karena mitos belaka, bila tidak ada dasar agamanya tentu berbahaya.

    Pernah saya berselisih paham dengan ibu soal mengubur ari-ari. Karena dini hari saya ngantuk betul sehabis menunggui anak pertama lahir. Lalu pulang dari RS dan mengubur ari-ari di belakang rumah. Orang Jawa kan tradisinya dikasih ini dan itu, jarum, dan sebagainya. Saya menolak sebab itu tak ada dasar yang saya yakini, tentu menolak dengan lembut.

    Ibu akhirnya sepakat, saya tanam dengan membubuhkan garam saja agar menjauhkan tikus, lalu dibacakan alfatihah. tanpa lampu sampai sekian hari, dll. Bismillah, semuanya saya serahkan pada Yang Kuasa.

    Alhamdulillah anak saya sehat dan kini semangat banget belajarnya di TK B.

    Salam dan sehat selalu, Mas. Moga lancar sampe persalinan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah.. Ternyata mitos masih ada setelah proses persalinan ya, mas..
      Terimakasih, mas. Jadi saya tahu lebih dulu.

      Hapus
  5. Semoga persalinannya lancar bang! dan mitos yang dijalankan tidak sia-sia hehe

    BalasHapus
  6. Iya nih, apalagi saat ini saya lagi hamil. Rasanya tuh gimana ... gitu pas gak boleh ini itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe
      Santai aja, mbak.
      Jangan dibikin ribet, nanti malah stres. :)
      Kalo baik, ya kerjakan. Kalo tidak, ya jangan.

      Hapus
  7. nomor 2 itu yang sering dibicarakan di daerah rumahku :D
    justru malah sengaja dilanggar oleh istri
    toh ujung2nya baik2 saja, ga ada apa2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semua juga tergantung keyakinannya ya, mas. :)

      Hapus
  8. Iya mas, ga boleh minum minuman langsung dari plastiknya

    BalasHapus

Tulis Komentar Anda untuk tulisan saya diatas

Anda SANGAT DILARANG berkomentar dngan tidak baik dan mengandung unsur SARA.
Setiap komentar Anda akan otomatis tampil, namun semua komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya, akan ditampilkan atau tidak atau malah akan saya hapus.
Jika Anda akan membalas komentar, gunakan tombol Balas dibawah komentar yang akan Anda balas.

Orang baik, berkomentar dengan baik.
Saya bangga Anda menjadi komemtator yang baik.