Pelebaran Jalan, Oh.. Pelebaran Jalan

Kemaren, sepulang dari kantor saya melihat ada banyak perubahan disekitar rumah. Banyak berserakan ranting-ranting pohon besar, dan suasana terlihat lebih terang.  
"Tadi siang ada pemotongan masal sayang, katanya sih untuk pelebaran jalan. Yang dipotong-pun hanya pohon besar dan yang dekat dengan jalan. Tadi petugasnya juga cerita, kalo proyek pelebaran jalan ini akan dimulai paling akhir bulan Mei". Istri menjelaskan tentang kejadian pastinya.

Pelebaran jalan, oh.. pelebaran jalan..

Alhamdulillah.. Ini kabar baik untuk mewujudkan impian saya, [silahkan baca tentang impian saya disini]. Paling tidak, proyek ini akan menjadi 'media' dan langkah awal saya untuk mewujudkannya. Ya, saya akan memanfaatkan momen ini untuk memendam pipa besi saat pengerjaan pelebaran jalan telah sampai didepan rumah. Jadi, tak perlu banyak memakan tenaga dan waktu seperti yang telah saya khawatirkan sebelumnya.
Semoga saja, semuanya akan sesuai dengan rencana, amin..

Jalan raya tampak dari teras rumah [kiri], Teras rumah tampak dari jalan raya [kanan]

Tapi selain kabar baik itu, saya juga mendengar kabar yang semoga tidak terjadi kebenarannya. 
"Oh ya, petugasnya juga bilang kalo pelebarannya sampai diteras rumah sayang.." Istri meneruskan ceritanya.
Jika ini benar, berarti kami harus kehilangan teras rumah yang biasa kami tempati untuk bersantai, dan kami akan benar-benar tidak memiliki halaman rumah beserta taman mini hijaunya. Parahnya lagi, saluran air hujan yang telah saya buat harus diturunkan atau paling tidak saya harus memindahkan ketempat lain yang pastinya akan lebih sulit, sementara barang yang menjadi impian saya (tandon besar) sudah dipastikan tidak akan memiliki tempat.  
"Biasanya ada negosiasi dulu sayang, sebelum proyeknya dikerjakan. Semoga saja kabar ini tidak benar, dan kita tunggu apa yang akan terjadi selanjutnya". Saya akhiri pembicaraan sore itu yang langsung diamini oleh istri..

Mimpi yang pernah terwujud, semoga tak dirusak oleh proyek pelebaran jalan..
Pelebaran jalan, oh.. pelebaran jalan...
Semoga kau tak merusak impian besar kami..
JANGAN LUPA, BAGIKAN TULISAN INI
TULISAN MENARIK LAINNYA

23 Komentar untuk Tulisan
"Pelebaran Jalan, Oh.. Pelebaran Jalan"

  1. ini pas pinggir jalan raya mau ke besuki itu ya mas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul, mas Ridho.
      Rumah saya pas dipinggir jalan. Mampir ya, kalo kebetulan lewat.
      Eh... :)

      Hapus
  2. Duh, ironi juga yak kang, di satu sisi pelebaran jalan tentu baik karena akses akan lebih mudah, tapi pemotongan pohon juga memberi efek buruk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan bagi kami disni, air bersih tentu lebih berharga, mas..

      Hapus
  3. wah asri banget pemandangan di sekitar rumahnya ya mas, menyiratkan hawa yang sejuk jauh dari kebisingan dan terik panas kota :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, benar mbak.. Tapi semoga saja kesejukan ini tak akan segera hilang..

      Hapus
  4. Padahal rumahnya bagus tuh mas kalau lengkap semua dengan taman-taman. Udah kelihatan hijau, udara segar pun bisa di peroleh dan semakin indah jika setiap pagi atau sore saat duduk-duduk menikmati secangkir teh/kopi sambil melihat-lihat taman.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, ya itu masalahnya mas.. Kan sayang kalau terasnya harus dibongkar..

      Hapus
  5. wah mengikis lahan hijau juga ya mas

    BalasHapus
  6. Gak asyik tuh kok gak ada dibicarin dulu kalau mau lebarin jalan. :D hehehe..
    Kayaknya bakal repot yaa Mas Rosyid kalau beneran jadi. Dan sayang juga tamannya udah bagus-bagus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini masih dari cerita ke cerita kok mas.. Cuma yang namanya rasa khawatir pasti selalu ada.
      Sekali lag, semoga ini tak akan terjadi, mas.. :)

      Hapus
  7. Repotnya kalo rumah mepet jalan seperti itu, Mas. Seperti yang pernah dirasakan keluarga kami dulu.
    Makanya saya lebih pilih rumah yang agak masuk ke dalam. Paling tidak, tak lagi was-was rumah dseruduk truk kontener.

    @nuzululpunya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas Nuzul. Ini resiko rumah mepet jalan raya.
      Semoga kami akan segera bisa pindah ke yang agak masuk ke dalam.. :)

      Hapus
  8. sayang sekali ya nanti kalau terasnya sampai hilang

    BalasHapus
  9. Kalau ada pelebaran gitu dan memakan lahan warga, apakah ada penggantian, Mas?
    Apakah menurut Kang Sofyan pelebaran jalan ini perlu, kalau dirasa belum perlu kan eman-eman, toh Mas..

    BalasHapus
  10. Wah, hijauuu... Daerah rumahnya indah sekali, mas. :)

    Ya, semoga pelebaran jalannya tidak sampai merusak keindahan (yang sudah ada).

    BalasHapus
  11. Kalaupun itu kena, smoga diganti dg yg lbh baik ya mas

    BalasHapus
  12. Dikasih kompensasi ngga, Bang? :(

    BalasHapus
  13. rumahnya beneran d pinggir jalan ya mas, masih hijau lho.. sayag kan itu nanti taman mininya harus kena gusur T_T

    BalasHapus
  14. pelebaran jalan buat pengendara bisa berdampakpositif mas, jadi enak salip sana-sini hehe, tapi bisa jadi negatif buat penduduk yg ada d pinggir jalan juga, biasanya jadi mepet jalan, semoga impiannya tidak terganggu karena pelebaran ini ya

    BalasHapus
  15. semoga proyek mas rosid bener2 tercapai ya....

    BalasHapus

Tulis Komentar Anda untuk tulisan saya diatas

Anda SANGAT DILARANG berkomentar dngan tidak baik dan mengandung unsur SARA.
Setiap komentar Anda akan otomatis tampil, namun semua komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya, akan ditampilkan atau tidak atau malah akan saya hapus.
Jika Anda akan membalas komentar, gunakan tombol Balas dibawah komentar yang akan Anda balas.

Orang baik, berkomentar dengan baik.
Saya bangga Anda menjadi komemtator yang baik.