Manfaatkan Waktu Luang dengan Berkebun

Dulu, duluuuuuu sekali! Saya pernah menanam sayur Gher Agher dan itu sengaja saya tanam untuk diberikan kepada sepupu yang tinggal di Malang.

Setelah saya menikah dan tinggal di lingkungan pegunungan dengan cuaca yang sejuk, secara otomatis naluri bercocok tanam saya tumbuh kembali. Kebetulan juga, ternyata Ibu mertua saya suka sekali bercocok tanam meski hanya terbatas pada jenis tanaman bunga hias. Jadi sedikit banyak saya akan terbantu jika saya mau menyalurkan naluri ini.


Hidup dan tinggal dilingkungan baru, membuat saya memiliki banyak waktu luang jika tidak pergi ke kantor. Dalam seminggu, tiga hari saya habiskan dirumah dengan tanpa kegiatan yang menurut saya tidak bermanfaat. Maka, untuk mengisi waktu luang itu saya mencoba untuk menyalurkan naluri bercocok tanam dengan menanam sayur. Ya, siapa tahu bisa bermanfaat.. :)
Jadi, jika tidak pergi ke kantor, saya bisa mengurus tanaman ini dan semoga juga bisa menghemat uang belanja untuk kebutuhan makan.

Meski dengan pekarangan rumah yang tidak memungkinkan, dengan halaman jalan raya dan belakang rumah adalah jurang, saya mencoba untuk menanam sayur menggunakan polibag dan di pinggiran rumah tidak luput dari sasaran tanaman saya.

Sampai sekarang, saya menanam lima jenis tanaman sayur, cabai besar dan kecil, tomat, mentimun serta daun kemangi. Tidak ada proses yang ribet untuk menanam jenis tananaman ini, proses pembibitan sampai perawatan saya lakukan sendiri, karena bibitnya mudah didapat.. Cuma untuk mentimun, Ibu yang menanamnya. Karena kebetulan bibitnya dia dapat dari tetangga, jadi pas langsung ditanam sendiri. Tapi, sekarang untuk perawatannya, saya lakukan sendiri..

Untuk merawatnya, saya cari tahu informasi dari internet, mulai dari penyiraman hingga pemupukan. Kemaren saya juga tanya-tanya sama Mak Pungky Prayitno tentang perawatannya. Kebetulan kan dia penggagas Pertanian FAITH (Food Alway In The Home), jadi dia tahu banyak tentang apa yang saya mau. Semoga kedepannya dia tidak bosan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan saya, yang semangat berkebun berbekal naluri dan berharap akan bermanfaat. Hehehe

Penasaran kan, dengan tananaman-tanaman saya??
Berikut sedikit foto-fotonya. :)

Tanaman Cabe besar pas baru tanam
Sudah mulai berbunga, semoga sehat.. :)
Alhamdulillah.. Sudah resmi berbuah.
Si Tomat juga sudah mulai berbunga.
Barisan Mentimun siap menjalar
Tomat juga sudah siap berbuah dalam barisannya
Cabe rawitnya masih unyu-unyu.
Kemangi dengan prajurit cabe rawit unyu

Oke, sip...
Seperti itulah tanaman-tanaman saya sampai hari ini.
Bagaimana? Ada yang tertarik untuk mengikuti langkah saya?? Hehehe
Langkah memanfaatkan waktu luang dengan menanam sayur.. :)
BAGIKAN TULISAN INI

16 Komentar untuk "Manfaatkan Waktu Luang dengan Berkebun"

  1. asik banget berkebun itu, enak banget kalo lahannya luas,,,lah disini lahannya cuma se upil mas,,,kalo di kampungku pamekasan pasti sudah jadi petani diriku mas :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini saya juga secuil banget mbak.. Bayangkan saja, jika rumah kami sekarang memiliki halaman jalan raya dan dibelakang ada jurang yang sangat dalam. Dari pada gak ada kegiatan yang bermanfaat, kan mending berkebun.

      Kalo di Pamekasan mah, jangan dibilang lagi, saya juga pasti bakalan jadi petani yang hebat.. Hehe

      Hapus
  2. Masih kecil sudah berbunga... berarti subur sekali....
    Saya sangat suka berkebun. Sayang... saat ini tinggal di petak kecil di kota. Banyak tikus. Saya hanya bisa membuat pertahanan anti tikus di dalam rumah. Di teras ... entahlah. Yang jelas.. saya tidak memberi kesempatan tikus untuk berada di teras dengan meletakkan tempat sampah atau tanaman yang tikus doyan. Jadi.. di teras hanya ada kembang Zamiya yang anti tikus.
    #Maafjadinyacurcol Sering sedih kalo ada keinginan berkebun

    BalasHapus
  3. Kalok panen ngga perlu ke pasar ya, Bang :D

    BalasHapus
  4. wah seger tuh kl dah tumbuh,kayak di pekarang nenek ibu kosku yg lama ^^

    BalasHapus
  5. Bakalan nggak usah beli cabe dkk tuh kalau semua berbuah

    BalasHapus
  6. Asyiknya bisa berkebun... Dulu ngerasain punya kebun deket rumah, jadi sayur2 buat masak bisa metik dari kebun sendiri. Sekarang sudah lama gak merasakannya lagi...
    Oh iya, kalau yang tinggal di kota & gak ada lahan bisa nyobain hidroponik tuh.

    BalasHapus
  7. Dulu saya suka sekali berkebun. Tanaman yang saya sukai Aglaonema dan Adenium. Hanya memang ngatur waktu yang susah, jadi akhirnya terlantar. Pengen lagi memulai hanya sebelum masalah ngatur waktu terselesaikan rasanya susah ....

    BalasHapus
  8. Wah rajin juga Mas berkebun ya...
    Saya ingin ikutan juga ah nyoba-nyoba bertanam. Rumah saya tidak lagi bertanah, karena luas-nya pas-pasan jadi sudah bertembok. Menanam di pot nanti saya coba.

    Salam dari saya di Sukabumi,

    BalasHapus
  9. Bagus banget kegiatannya, lanjutkan ya, pekarangan saya malah belum keurus, jadi malu

    BalasHapus
  10. aku juga mau mnegikuti jejak pungky ah berkebun di teras tapi gak punya tanah :)

    BalasHapus
  11. Kreatip, Mas.

    Uang buat belanja sayuran bisa buat ditabung ya, Mas. Hehehe

    BalasHapus
  12. Saya juga kalau pas hari minggu untuk mengisi kekosongan waktu suka nanam - nanam tanaman mas, di pelataran rumah atau dikebun... lumayan buat penghematan belanja dapur hehehe

    BalasHapus
  13. asyik ya.. tertunjang pula sama lahan yang masih lebar :D

    BalasHapus
  14. saat ini sangat disarankan untuk punya kebun sendiri mas, selain menghemat pengeluaran, juga lebih sehat karena dapat mengurangi resiko terpapar bahan beracun pestisida tanaman.... saya juga senang bertanam... sama uga, mertua saya juga suka tanaman hias....

    BalasHapus
  15. sy dirmh berkebun juga mas meski cuma dlm pot,tya dong mas.. klo nanem kemangi gmn?dari biji /gmn?pengen bgt pya pohon kemangi... ^_^

    BalasHapus

Tulis Komentar Anda untuk tulisan saya diatas

Anda SANGAT DILARANG berkomentar dngan tidak baik dan mengandung unsur SARA.
Setiap komentar Anda akan otomatis tampil, namun semua komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya, akan ditampilkan atau tidak atau malah akan saya hapus.
Jika Anda akan membalas komentar, gunakan tombol Balas dibawah komentar yang akan Anda balas.

Orang baik, berkomentar dengan baik.
Saya bangga Anda menjadi komemtator yang baik.