Ketika Saya Bosan pada Pekerjaan


Tengok-tengok blog sendiri berhadiah, mau? Yuk, ikutan give away uniknya Om NH.. Siapa tahu beruntung! Kalo gak beruntung, hitung-hitung untuk introspeksi.. Hehehe
Berikut hasil tengok-tengok blog saya..

Setelah menikah, saya memutuskan untuk tinggal dirumah mertua bersama istri dan ibu mertua. (Bapak mertua saya sudah sekitar lima tahunan meninggal dunia. Semoga ia mendapatkan tempat yang indah disisi-Nya, amin..)

Tinggal dan hidup bersama keluarga kecil ini, merupakan suatu kebahgiaan yang tak dapat ditukar dengan apapun. Kehidupan yang harmonis dan sederhana, membuat saya betah dan nyaman tinggal bersamanya. Ibu mertua yang baik, istri yang selalu mengerti keadaan, sampai sifat dan sikap tetangga sekitar yang ramah membuat saya sering ingin segera pulang saat sedang tidak dirumah.  
Indah, tidak selalu harus mewah dan wah.. Sederhana, kadang jauh lebih indah..

Namun benar kata pepatah, tak ada gading yang tak retak. Begitu juga dengan keindahan hidup baru saya. Saya mendapatkan kendala yang lumayan tidak enak untuk pertama kalinya. Saya harus pulang pergi kekantor dengan jarak tempuh kurang lebih 80KM selama empat hari dalam seminggu. Saya memilih tinggal dirumah mertua sebenarnya bukan tidak beralasan, ini sudah dipikir masak-masak bersama semua keluarga. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya disepakati jalani dulu apa adanya.. Nanti kemudian hari akan datang sendiri keputusan terbaik.
40KM, jika pulang pergi 80KM.
Ya, saya harus berangkat pagi dan pulang sore dengan menggunakan motor untuk bekerja. Keadaan ini sudah berlangsung sekitar sebulan. Saat awal-awal saya merasa bosan dengan keadaan ini. Ditambah lagi rasa capek setelah seharian bekerja, lengkaplah sudah rasa bosan saya. Tapi, lagi-lagi karena keluarga kecil saya, karena keindahan hidup bersama orang-orang terkasih, semua itu lenyap seketika.. Dalam do'a, selalu saya meminta kepada Allah, agar selamanya akan seperti ini, akan selamanya indah..

Beberapa waktu yang lalu saat rasa bosan itu menghampiri, saya mencoba untuk sejenak berfikir. Berfikir tentang kebosanan itu sendiri. Kemudian saya ingat tulisan saya yang berjudul "Menikmati Pekerjaan Itu, Rasanya Luar Biasa!".

Saya menulis ini sekitar sembilan bulan lalu, saat usia pekerjaan saya masih delapan bulan. Tulisan ini menceritakan tentang kejenuhan saya pada pekerjaan waktu itu. Tapi, setelah mendapat pesan dari Ibu, saya kembali semangat untuk menekuni apa yang telah menjadi pekerjaan saya, sampai akhirnya saya benar-benar bisa menikmati pekerjaan saya.

Istimewanya tulisan ini karena saya menulisnya tidak mudah. Saya harus mengingat dan kemudian merangkai pesan Ibu satu persatu agar mudah dipahami setelah ditranslit ke Bahasa Indonesia. Maklumlah, saya menggunakan bahasa daerah, Bahasa Madura. Selain itu, saya masih ingat betul menulisnya saat mengerjakan tugas kantor, jadi saya cicil sedikit demi sedikit. Khawatir sih sbenarnya takut sampai kehilangan ide.. Hehehe
Jika suatu saat saya bosan lagi pada pekerjaan, saya tinggal membaca kembali tulisan ini agar saya ingat semua pesan Ibu dan bahwa mencari pekerjaan itu tidak mudah.

Dengan membaca tulisan ini, saya kembali semangat untuk terus bekerja, terus menikmati pekerjaan saya. Saya berharap agar rasa bosan dan jenuh tidak kembali muncul. Apalagi sekarang telah menjadi seorang suami yang harus mencari nafkah untuk kebahagiaan keluarga.. :)

JANGAN LUPA, BAGIKAN TULISAN INI
TULISAN MENARIK LAINNYA

12 Komentar untuk Tulisan
"Ketika Saya Bosan pada Pekerjaan"

  1. Semoga kemudian hari bisa lebih baik dan semakin dibukakan pula pintu rezeki buat keluarga Mas Rosyid.. aamiin.. :)

    Tulisan kopiah putih memang keren, ceritanya bisa jadi bahan inspirasi. heheh..

    BalasHapus
  2. Hmm, memang semangat itu ada baiknya kiat tulis, kelak hasilnya ya seperti postingan ini.. kereen :)
    Keep Blogging

    BalasHapus
  3. Wah, jauh juga jarak ke tempat kerjanya nih kang.

    Saya pernah mengalami hal seperti itu. Waktu itu saya tinggal di Bekasi, kerja di Daan Mogot,Jakarta Barat. Dari ujung keujung. Naik angkutan umum, bus kota. Dari Bekasi jam 5 pagi, sampai tempat kerja jam 8an. Kalo senin malah sering terlambat karena kemacetan.
    Sekarang saya kerja di Bekasi, keluarga malah sudah tinggal di Sukabumi. Jadi saya ngekost saja tak jauh dari pabrik. Pulang setiap minggu ke Sukabumi.
    Jadi biar jauh ke tempat kerja, tetap semangat kang. Keluarga tercinta menanti di rumah.
    Oh iya, saya 8 tahun kerja di Daan Mogot itu. Berakhir thn 98 saat krismon, karena saya kena PHK.

    Salam dari jauh kang.

    BalasHapus
  4. Uda jadi kewajiban soalnya ya, Bang.. Semoga tetep betah sama pekerjaannya.. :D

    BalasHapus
  5. nanti kalau saya dah jadi milyuner saya akan belikan sampean jet pribadi.. tapi syarate sampean beli dulu tanah buat landingnya hahaha

    sukses lombanya mas

    BalasHapus
  6. Iya setiap orang pasti ngerasain nya
    Kayaknya cara ini efektif juga buat di coba :)

    BalasHapus
  7. Butuh pengorbanan, Mas. tetap semangat menajaninya dan saya yakin mas sanggup melawan rasa bosan itu. apalagi dengan tanggungjawab baru sebagai kepala keluarga. insyaAllah, apapun jika berangkat dari tujuan positif, maka akan berakhir dengan baik pula.

    Sukses juga untuk GAnya, Mas ;)

    BalasHapus
  8. tulisan sendiri damasa lalu bisa jadi motivasi ya..
    sukses GA nya..salam

    BalasHapus
  9. berkunjunggg....
    dan pade reng madurena lek ^^

    BalasHapus
  10. Memang ada masa2 transisi demikian. Tinggal kitanya yang bisa menyikapinya dengan bijak, seperti pada penulis kopiah putih yang menemukan motivasi lewat tulisan terbaiknya. Sukses utk kontesnya ya :)

    BalasHapus
  11. Saya datang dan sudah membaca “Self Reflection” di blog ini
    Terima kasih telah berkenan untuk ikut lomba saya ya
    Semoga sukses

    Salam saya
    #18

    BalasHapus
  12. Wah saya juga pulang pergi kuliah hampir setahun ke belakang jauhnya 60 KM (30KM sekali jalan) soalnya ga ngekos lagi.

    BalasHapus

Tulis Komentar Anda untuk tulisan saya diatas

Anda SANGAT DILARANG berkomentar dngan tidak baik dan mengandung unsur SARA.
Setiap komentar Anda akan otomatis tampil, namun semua komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya, akan ditampilkan atau tidak atau malah akan saya hapus.
Jika Anda akan membalas komentar, gunakan tombol Balas dibawah komentar yang akan Anda balas.

Orang baik, berkomentar dengan baik.
Saya bangga Anda menjadi komemtator yang baik.