Saya Tidak Rakus Pada Pekerjaan

Ini masalah kantor, masalah yang sedang saya alami. Kecil sih, tapi tak mengenakkan hati. Dari pada hanya terus bikin tak enak hati, ya saya tulis saja disini. Jika misalkan ada yang tidak suka, maafkan saya dan segera tiggalkan tulisan ini.

Jadi, ini ceritanya begini.
Sudah beberapa hari ini saya mengerjakan banyak hal. Mulai dari tugas lama yang biasa saya kerjakan sampai tugas baru yang belum pernah saya kerjakan, sementara pekerjaan ini memiliki banyak resiko.

Mencatat alur keuangan dan mengatasi administrasi surat menyurat adalah tugas yang biasa saya kerjakan di kantor. Semua terasa mudah dan saya menikmati pekerjaan ini, karena saya menyukainya.

Menjadi bendahara Penerimaan Peserta Didik Baru sebanyak 580 orang awalnya saya rasa mudah. Tinggal mencatat dan mencairkan apa yang menjadi kebutuhan dalam program tahunan ini. Kepanitian berjalan lancar, tak ada masalah sedikitpun. Namun, menjelang kepanitiaan berakhir sekaligus bersamaan dengan banyaknya pekerjaan unit yang lain, akhirnya saya harus menyelesaikan tugas panitia yang lain (bukan tugas bendahara lagi) termasuk salah satunya adalah pembagian seragam. Tugas ini, sangat melelahkan.. Jika saya boleh mengeluh, saya akan melakukannya. Karena mengurus tugas panitia yang satu ini sangat berat. Tapi sekali lagi, "ini tugas semua panitia, tidak harus hanya bergantung pada panitia yang memiliki tugas dan tidak bisa melakukannya. Semua demi kebaikan pelayanan sekolah kita". Begitu pesan Kepala Sekolah..

Akhirnya, meski keseringan melakukannya seorang diri, tugas ini sudah hampir selesai, alhamdulillah...

Pembagian seragam belum selesai, pekerjaan lain sudah menunggu dan ini lebih berat lagi. MENULIS IJAZAH!
Selain tugas ini belum pernah saya kerjakan, juga memiliki banyak resiko, yaitu kesalahan dalam penulisan. Tapi apa daya, jika yang biasa menulis sedang sakit sementara ijazahnya harus segera diberikan dan Kepala Sekolah menunjuk saya sebagai penggantinya, saya terima saja dengan syarat saya hanya bisa menulis sekitar 80 lembar saja. Akhirnya, tugas baru dan sekaligus memiliki banyak resiko ini saya kerjakan dan alhamdulillah, sudah 80% selesai!

Tanggal 18 Agustus 2014, Inspektorat akan mengunjungi sekolah-sekolah untuk mengecek kesesuaian penggunaan Dana BOS. Sebagai staf keuangan, ini sudah menjadi tugas wajib saya. Menyusun laporan pertanggung jawaban dari bulan Januari s.d. Agustus mau tidak mau harus digarap. Dibantu oleh atasan yang sangat bertanggung jawab, akhirnya sudah tinggal menunggu kedangan pejabat Inspektorat. Sekali lagi, alhamdulillah.. bisa selesai tepat waktu.

Belum lagi tugas di Biro Pendidikan yang masih harus banyak belajar karena baru bulan lalu saya dipercaya untuk menjadi bendahara. Pengajuan keuangan yang sebelumnya ditolak karena tidak ada rincian pengeluarannya, membuat saya semangat untuk terus belajar. Dan semoga akhir bulan ini dana sudah cair agar Biro Pendidikan bisa menjadi sentral kegiatan formal dan non formal pesantren, amin..

Saya sangat bersyukur dan sangat menikmati akan semua pekerjaan ini. Karena secara tidak langsung, ini merupakan pelajaran yang luar bisa bermanfaat untuk menghadapi masa depan kelak di masyarakat. Sekaligus pekerjaan ini juga sebagai pengabdian saya kepada Pesantren sebelum saya berhenti.

Tapi, inilah kehidupan. Tak semua orang menyukai saya. Dan pada akhirnya ada saja yang membuat tak enak hati. Ada sebagian rekan kerja yang menganggap saya rakus akan pekerjaan.  
Subhanallah.. Saya tak tahu harus menyikapinya bagaimana. Saya pasrah saja. Dan meyakinkan diri bahwa SAYA TIDAK RAKUS PADA PEKERJAAN!

Terserah kalian mau bilang apa tentang saya, saya hanya mengerjakan apa yang bisa saya kerjakan. Saya hanya percaya akan keyakinan saya bahwa, pimpinan akan memberi pekerjaan kepada saya karena mereka percaya kepada saya. Saya tidak mau kepercayaan yang diberikan kepada saya menjadi sia-sia.

Jauh dari keyakinan saya yang diatas, saya juga masih percaya bahwa, Allah tidak akan menguji hamba-Nya, jika hamba itu tidak mampu mengatasi ujian itu.
Dan, saya juga masih selalu ingat pesan Ibu "Lakonih tugassah, jek maenteng, insyaallah barokah", Kerjakan tugasmu jangan mengentengkannya, insyaallah barokah.

Lagian, siapa coba yang mau repot dalam hidup.  Semuanya pasti mau santai dan mudah. Begitu juga saya..

Tak apa kalian menganggap saya rakus, lho wong saya tidak pernah berpikir kearah sana. Saya hanya menikmati pekerjaan saya. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, amin..

** Sekedar curhat setelah shalat Jum'at. Curhatnya juga karena terpaksa. :)
BAGIKAN TULISAN INI

11 Komentar untuk "Saya Tidak Rakus Pada Pekerjaan"

  1. atasan memberikan kita pekerjaan yg banyak karena beliau memang menganggap kita mampu,,,bukan hanya mampu tapi sangat mampu,,,adakalanya ada yg bersukacita mendapatkan pekerjaan banyak, mereka sangat menikmati setiap pekerjaan itu, krena merupakan ilmu baru dan menambah ilmu bagi dirinya sendirinya,,ada juga yg berduka karena pekerjaan yg banyak tidak sesuai dgn yg diharapkan pula,,yaitu gaji yg tak kunjung naik,,,sikapi semuanya dgan hal yg positif agar kita terus semangat,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga saya termasuk dalam golongan orang yang besukacita ya, mbak..
      Sikap positif memang harus dilakukan saat sedang banyak pekerjaan.

      Terimakasih mbak..

      Hapus
  2. memang kita tidak bisa menyenangkan hati semua orang dengan apa yang telah kita lakukan.....apapun komentar mereka...tetaplah bekerja baik dan berkualitas, dan dengan senang hati serta selalu bersandar hanya kepada Sang Khaliq....
    keep happy blogging always...salam dari Makassar :-)

    BalasHapus
  3. Selalu yakini itu, mas. karena memang tugas yang dipercayakan itu, mas dipandang cakap mengerjakannya. sementara bagi rekan kerja yang kurang berkenan, biarkan, selama tidak merugikan instasi bersama. toh juga untuk kelancaran. positif saja ;)

    BalasHapus
  4. baik dicibir, jelek apalagi, tergantung perspektif masing-masing orang kang,, niatnya baik eh malah disangka yang bertolak belakang,,

    BalasHapus
  5. hadir lagi menyapa sahabat...keep happy blogging always..salam dari Makassar :-)

    BalasHapus
  6. wah semangat mas ^-^ semoga Allah menrima amal dan ibadah kita aamiin ^-^ terus diniatkan buat ibadah ams...wah keren yah amanahnya mantap ^-^

    BalasHapus
  7. udah gapapa ,, terserah orang mau bilang apa ,, lakukan yang terbaik intinya sih ..

    BalasHapus
  8. yang penting kitnaya, gak udah memikirkan apa kata orang lain

    BalasHapus

Tulis Komentar Anda untuk tulisan saya diatas

Anda SANGAT DILARANG berkomentar dngan tidak baik dan mengandung unsur SARA.
Setiap komentar Anda akan otomatis tampil, namun semua komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya, akan ditampilkan atau tidak atau malah akan saya hapus.
Jika Anda akan membalas komentar, gunakan tombol Balas dibawah komentar yang akan Anda balas.

Orang baik, berkomentar dengan baik.
Saya bangga Anda menjadi komemtator yang baik.