Saat Semangat Menulis Menjadi Pemenang

Sore ini, setelah kegiatan ekstrakurikuler sekolah, saya sempatkan untuk menulis tentang ide dan semangat menulis yang kebetulan terkalahkan oleh lelah beberapa hari ini. Ya, bagi seorang penulis hebat, ini bukan hal yang layak untuk dijadikan alasan untuk tidak menulis. Karena biasanya untuk ukuran penulis hebat apa dan bagaimanapun keadaannya ia akan tetap dan terus menulis.

Tapi tidak bagi saya, yang bukan seorang penulis hebat. Untuk bisa menulis membutuhkan waktu, tenaga dan pikiran yang tenang.
Akhir-akhir ini saya memiliki banyak kesibukan dikantor hingga akhirnya saya merasa lelah. Bayangkan saja, eh jangan ding! Jangan dibayangkan, dibaca saja.. Hehehe
Membuat laporan BOS (Bantuan Operasional Sekolah) Triwulan I, bulan Januari, Februari dan Maret dengan jumlah siswa sebanyak 1.490 orang harus dikerjakan seorang diri. Ini merupakan pekerjaan paling berat untuk saya, dan maklum karena ini pertama saya mengerjakannya. Bergelut dengan angka-angka rupiah, nota-nota yang bertumpukan dan harus kesana-kemari untuk minta tanda tangan. Dan laporan ini harus selesai pada minggu pertama bulan ini. Belum lagi dengan jam mengajar kelas satu siang harinya. Ini pekerjaan yang sangat melelahkan kawan...! Sekali lagi, jangan dibayangkan! 
Program untuk mengerjakan Laporan BOS

Sampai saya berpikir, misalkan saya memiliki waktu luang, yang bisa saya lakukan adalah memanjakan diri dengan istirahat sebanyak-banyaknya. Dan itu betul-betul terjadi.
Yang awalnya saya memiliki banyak ide dan semangat untuk menulis, akhirnya semua itu harus hilang bersama rasa lelah yang saya rasakan.

"Kalau lelah, jangan dipaksakan menulis mas, percuma!"
Begitulah kata salah satu teman online saya saat ngobrol via chating.
Dan betul, setelah saya coba untuk memaksakan menulis, hasilnya tidak maksimal. Meskipun saya sudah menulis yang kebanyakan curhat (karena tulisan semacam ini menurut saya yang paling mudah), tapi ketika sudah sampai pada paragraf ketiga dan seterusnya ide dan semangat itu hilang. Satu hal yang bisa saya lakukan saat itu, merebahkan badan untuk sekedar menghilangkan rasa lelah hingga akhirnya semangat itu hilang bersama mimpi.. Hahaha

Tapi tidak pada hari ini, mungkin karena sudah istirahat semalam sampai tadi sebelum sholat Jum'at, dan mungkin juga karena kemaren sudah gajian, rasa lelah itu hilang. Jadi ceritanya hari ini semanagat menulis saya yang menang.. Hehehe

Seperti yang pernah saya tulis tentang INSPIRASI: Satu Hal Penting dalam Menulis, akhirnya saya mencoba untuk menjadikan lelah ini sebagai ide untuk menulis. Dan alhamdulillah jadilah tulisan yang Anda baca ini. Mungkin ini adalah tulisan yang sangat biasa, karena semua orang bisa menulisnya dengan mudah. Namun saya bangga bisa menghasilkan tulisan ini. Tulisan saat semangat saya bisa mengalahkan rasa lelah.

Oke, cukuplah tulisan saya pada sore ini. Intinya, bagi saya yang bukan penulis hebat, lelah-pun ternyata bisa dijadikan ide untuk menulis.

Hebat itu relatif. Begitu juga dengan penulis hebat yang saya maksud diatas. Misalkan, si A saya anggap penulis hebat, tapi belum tentu Anda menganggapnya begitu. Penulis hebat saya gambarkan sebagai penulis yang apapun keadaannya ia akan tetap menulis, tulisannya enak dibaca dan pesan moral dalam tulisannya sampai kepada pembaca.

Salam saya..
JANGAN LUPA, BAGIKAN TULISAN INI
TULISAN MENARIK LAINNYA

18 Komentar untuk Tulisan
"Saat Semangat Menulis Menjadi Pemenang"

  1. Lebih tepatnya kesibukan menguras waktu untuk menulis. Saya jg merasakannya. Ini blog udh hampir 2 bulan ga di update

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apapun istilahnya yang penting Anda faham maksud yang ingin saya sampaikan.. :)
      Ayo bangun kembali!
      Bangun untuk ngeblog lagi..!

      Hapus
  2. Coba paksakan menulis sehari satu lembar saja. Dalam waktu 4 bulan sudah 120 lembar. Itu bisa jadi buku setebal 180 halaman lho Mas
    Jangan terlalu memanjakan diri deh
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe
      Iya juga sih pak dhe, kadang saya juga merasakan memanjakan dirinya saya ini ada yang salah.
      Tapi mau gimana lagi, lha wong dipaksa-pun kadang malah gag bisa nulis..
      Tapi mungkin nanti saya coba tips pak dhe ini..

      Hapus
  3. Kondisi tertentu kadang gak memungkinkan untuk menulis, itu juga sering saya alami. gak bisa fokus, hhehe. Sedangkan ide bisa muncul dari mana saja yah, mas.

    BalasHapus
  4. gajian itu ternyata bisa mengalahkan rasa lelah,,dan membangkitkan semangat untuk menulis ya....luarbiasa,
    keep happy blogging always,,salam dari Makassar :-)

    BalasHapus
  5. Itu di BOS banyak sulapan. Zzzzz.hahaha

    Semoga menang terus deh, MaKop. Biar Blognya senang diupdate terus. :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha
      Sulapan itu biasanya terjadi kalo sudah kepepet.. *Eh...
      Siap...!
      Seperti blognya Idah tentunya.. :)

      Hapus
  6. kalau penulis, apapun bisa dijadikan ide :D

    BalasHapus
  7. Hi,
    Mau CD Original One Direction? Atau pulsa cuma-cuma? Yuk ikuti giveaway perdana saya di http://gebrokenruit.blogspot.com/2014/04/giveaway-take-me-home.html
    Ajak teman-temanmu sebanyaknya dan menangkan hadiahnya! Jangan sampai kelewatan ya.... #GATakeMeHome

    BalasHapus
  8. kegiatan menulisku masih seseuai mood :)

    BalasHapus
  9. Mas Kop,,pamekasan mana??? aku pamekasan juga loh,,,asli sana,,yuhu,,kapan2 kalau pulang kampung bisa kopdaran ya,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya Tlanakan mbak..
      Kabar-kabari saja kalo pas di Madura :)

      Hapus
  10. Ngeblog itu juga jalan keluar untuk tetap menulis tanpa terpaku pada ide atau pakem tertentu sehingga tidak kehabisan energi. Bebaskan diri saja :D

    BalasHapus
  11. Kalau saya pribadi pengalaman menjadi Juara I Lomba Menulis Blog DPD RI Tahun 2011 justru malah membuat kondisinya antiklimaks. Maksudnya disini sejak saat itu saya jadi tidak terlalu berambisi untuk bisa memenangkan sebuah kompetisi menulis blog. Tidak seperti waktu sebelumnya dimana saya selalu ikut setiap kompetisi yang ada. Apakah karena faktor hadiahnya atau memang karena udah merasa inilah titik pencapaian tertinggi selama ini sehingga setelah momen itu kondisi saya malah berbalik. Tapi itu hanya berlaku untuk kompetisi aja kok Mas Bro, sedangkan untuk update menulis blog secara rutin Alhamdulillah masih selalu semangat. Salam hangat dari Borneo... :-)

    BalasHapus
  12. Wow, saya saja punya murid 142 sudah keok, itu banyak banget Mas muridnya ? kelasnya paralel berapa saja ? hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak, karena memang sekolahnya dibawah naungan pesantren kang.. Ada 40 Rombel kang. :)

      Hapus

Tulis Komentar Anda untuk tulisan saya diatas

Anda SANGAT DILARANG berkomentar dngan tidak baik dan mengandung unsur SARA.
Setiap komentar Anda akan otomatis tampil, namun semua komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya, akan ditampilkan atau tidak atau malah akan saya hapus.
Jika Anda akan membalas komentar, gunakan tombol Balas dibawah komentar yang akan Anda balas.

Orang baik, berkomentar dengan baik.
Saya bangga Anda menjadi komemtator yang baik.