Saya Tidak Suka yang Panjang

Saya tidak suka yang panjang, pendek sekalipun saya suka asalkan bisa saya nikmati.
Ya, saya suka yang pendek asalkan saya bisa menikmati. Hayo…apa yang ada dalam benak pikiran Anda? :)

Pernahkan Anda berpikir tentang senjata seorang prajurit perang yang sedang berperang? Ada yang panjang dan ada yang pendek bukan? Disamping itu, untuk menggunakannya saja, harus melalui latihan sebelumnya. Tapi hakikat dari sebuah senjata adalah bukan masalah panjang dan pendeknya, tetapi seberapa banyak dia telah mengalahkan musuh.

Lalu, panjang dan pendek jarak tempuh sebuah perjalanan-pun yang paling banyak disukai pasti yang lebih pendek. Meskipun terkadang harus melalui jalan semak-semak dan setapak. Karena memang menghemat lebih banyak waktu, tenaga dan biaya.

Jika saya boleh berpendapat antara senjata dan jarak tempuh sebuah perjalanan sama halnya dengan sebuah tulisan. Salah atau benar saya lebih suka yang pendek tapi tepat sasaran. Aneh rasanya jika seorang penulis memaksa menulis lebih dari 200 kata jika sebenarnya ia hanya mampu menulis 200 kata saja.

Saya akan mengumpamakannya dengan seorang sopir taksi yang membawa penumpang untuk sampai disebuah kota A. Sebenarnya ia hanya akan sampai dikota A dengan melewati kota B. Tapi karena ia menginginkan agar argo taksinya lebih banyak maka ia melewati kota C, D, dan E terlebih dahulu untuk sampai di kota A sampai akhirnya ia terjebak dijalan sempit dan buntu. Ia bingung dan penumpangnya pun tambah bingung.

Jadi kesimpulannya, seorang penulis tidak harus memaksa menulis lebih dari kemampuannya jika hanya akan membuat pembacanya bingung dan tidak tepat sasaran. Sekali lagi, saya lebih suka yang pendek asalkan saya bisa menikmatinya.. 


BAGIKAN TULISAN INI

18 Komentar untuk "Saya Tidak Suka yang Panjang"

  1. Hehehehehe,,,,,,,,,
    asal pass dan nyaman aja ya mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, panjang kalo gag pas gag enak juga.. :)

      Hapus
  2. Patut dicontoh ini nasehatnya.. ^_^
    Benar juga tuuh.. terkadang kalau dipikir-pikir yg panjang juga belum tentu bagus kok..

    Tapi saya pernah juga mampir di suatu blog yang walaupun tulisannya itu panjang tetep gak bosen lhooh dibaca sampai abis.. Mungkin emang tergantung kemampuan masing2 aja kali yaa Mas??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, ini kan hanya pendapat dan kesukaan saya saja. Bahwa saya lebih suka yang pendek. Kalau seandainya ada penulis ada yang suka dan bisa membuat tulisan yang panjang, itu juga bagus kok. Tergantung dari penulis masing-masing saja.. :)

      Hapus
  3. tergantung konteksnya juga sih
    tak mungkin kita bikin pendek sesuatu yang butuh penjelasan panjang. tar malah beresiko bikin salah pengertian.kalo cuma cerita sehari-hari sih mending pendek pendek aja biar ga terlalu didramatisir, tar malah terkesan lebay

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah.. Itu maksud saya Om.. :)
      In hanya pendapat saya saja dan memang saya lebih suka yang pendek.. :)

      Hapus
  4. iya, sepakat mas, tulisan saya sendiri kadang panjang kadang pendek sih... saya gak pernah maksain untuk dipanjang2in... dan satu lagi saya nulis pas lagi on fire doang, jadi api semangat saya terasa di pembaca... dengan begitu mereka betah bacanya :)

    like this post
    btw selamat atas kemenangan GAnya chaidir ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah.. Bahasanya sampai pakai on fire ya.. ?

      Terimakasih mas Habib..

      Hapus
  5. Saya malah seringnya nulis cenderung panjang. Yaaa... kayaknya pas nya begitu itu.
    Kalau sedang ingin yang singkat, malah saya buat puisi aja sekalian.
    Tapi memang yang penting semua karena feel kita sendiri, bukan ikut2an atau gimana.

    Kunjungan perdana, salam kenal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar...
      Lebih baik pendek tapi karya sendiri dari pada panjang tapi hasil copy paste. Parahnya lagi tidak mencantumkan referensi.. :)

      Salam kenal kembali, jangan bosan-bosan untuk main kesini ya mbak..

      Hapus
  6. Tapi kan sekarang panjang pendek tulisan ada ketentuannya. Ada yg berdasarkan jumlah karakter minimal ada yang berdasarkan jumlah kata

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya memang, tapi semuanya kembali pada diri kita masing-masig selaku penulis. Mau dipanjangin atau dipendekin.. :)

      Hapus
  7. kalau saya relatif saja, kondisional

    BalasHapus
  8. saya juga sering tidak bisa menggambarkan kelebay an saya mas, akhirnya ya pendek pendek gitu

    BalasHapus
  9. kalau celana, say alebih suka yang 3/4

    kalau tulisan, saya ngga bisa nulis panjang2.. biasanya pendek aja karena mmapunya cuma begitu, haha

    BalasHapus
  10. aku termasuk yg belum bisa menulis panjang nih, jadi postinganku biasa pendek pendek seringnya Antara 200 - 300 kata :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pendek asalkan tepat sasaran itu lebih bagus kok.. :)

      Hapus
  11. asyik dah artikelnya ....
    thanks gan

    BalasHapus

Tulis Komentar Anda untuk tulisan saya diatas

Anda SANGAT DILARANG berkomentar dngan tidak baik dan mengandung unsur SARA.
Setiap komentar Anda akan otomatis tampil, namun semua komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya, akan ditampilkan atau tidak atau malah akan saya hapus.
Jika Anda akan membalas komentar, gunakan tombol Balas dibawah komentar yang akan Anda balas.

Orang baik, berkomentar dengan baik.
Saya bangga Anda menjadi komemtator yang baik.