Sulit, Mudah dan Jangan Menyerah

Alhamdulillah.. Setelah sekian lama tidak menulis, akhirnya bisa menulis kembali. Mengerjakan empat project tugas akhir mahasiswa memang memakan banyak waktu dan tenaga. Tapi sekali lagi, alhamdulillah semuanya selesai tepat waktu. Semoga mereka menganngap saya professional. :)

Oke, pada tulisan saya ini saya hanya ingin sedikit berbagi cerita bahwa menjadi sebagian tulang punggung keluarga ternyata mudah-mudah sulit. Ya, akhir-akhir ini, setelah bapak saya kecelakaan dan kakinya patah, beliau sudah tidak bisa lagi bekerja untuk menghidupi keluarga. Sebagai anak laki-laki tertua otomatis saya yang harus menanggungnya. Sulit memang pada awalnya, karena saya masih belum terbiasa memikirkan kehidupan keluarga, tapi akhirnya saya terbiasa juga.

Mudah dan sulit buat saya sudah seperti dua mata koin yang tak dapat dipisahkan.
Ketika ia dilempar ia berproses menentukan mata koin mana yang harus ditampilkan. Begitu juga dengan apa yang saya alami sekarang, ketika ada masalah saya harus berusaha untuk menyelesaikannya baru akhirnya saya simpulkan bahwa masalah itu mudah atau sulit.

Ketika sedang menulis begini, saya selalu teringat dengan bidadari kecil saya. Sayang.. Sedang apa kau disana? Orang yang kamu sayang sekarang sedang berjuang untuk membuktikan kepada dunia, bahwa ia bisa jadi suami yang baik untukmu kelak.. :)
(Maaf jika tulisan ini tidak ada kaitannya antara pragraf yang satu dengan pragraf yang lainnya)..

Intinya, sulit atau mudah menghadapi masalah, yang paling penting jangan menyerah!

Oya, tak terasa ramadhan sudah delapan belas hari ya.. ? Ayo tetap semangat untuk menggapai kefitrian kita bersama, selamat berbuka puasa...
BAGIKAN TULISAN INI

10 Komentar untuk "Sulit, Mudah dan Jangan Menyerah"

  1. waduh kasian banget bapak'nyooooooooooooo

    BalasHapus
  2. setuju banget, sesulit apapun keadaan yang menghadang,intinya kita sebagai lelaki pantanglah untuk menyerah...maju terus labrak dan seruduk sajah.
    moga ayahnya cepet sembuh, dan bidadari kecilnya selalu sehat

    BalasHapus
  3. setiap kesulitan ada hikmah yang terkandung didalamnya, dan dibalik setiap kesulitan yang dihadapi, ada kemudahan yang ALLAH janjikan.....salam :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar mas, saya selalu yakin bahwa Allah tidak akan menguji saya begini kalau saya tidak bisa menjalaninya.. :)

      Hapus
  4. selamat menunaikan ibadah puasa
    :)

    BalasHapus
  5. mas hebat bisa konsisten dalam mnulis tidak seperti saya yg tergantung dari mood, terkadan saya sering menyerah dalam hal2 tertentu, misalnya penggarapan skripsi saya sendiri, ada tips2nya gak biar gk mudah nyerah ? hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apanya konsisten mas, ini saja baru nulis selama bulan ramadhan ini.
      Tips?
      Googling saja deh mas, banyak yang lebih pintar soal begituan disana.. :)

      Hapus
  6. Sesusah apapun menjadi tulang punggung keluarga, kalau ada penyemangatnya tetap kuat. Siapa lagi penguatnya kalau bukan orang yang kita sayangi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar mas, hanya keluarga dan bidadari kecil saya yang selalu sabar untuk menguatkan saya.. :)

      Hapus

Tulis Komentar Anda untuk tulisan saya diatas

Anda SANGAT DILARANG berkomentar dngan tidak baik dan mengandung unsur SARA.
Setiap komentar Anda akan otomatis tampil, namun semua komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya, akan ditampilkan atau tidak atau malah akan saya hapus.
Jika Anda akan membalas komentar, gunakan tombol Balas dibawah komentar yang akan Anda balas.

Orang baik, berkomentar dengan baik.
Saya bangga Anda menjadi komemtator yang baik.