Hujan Pagi dan Cinta

Langit pagi yang cerah berubah menjadi mendung kelabu
Hangatnya sinar mentari berganti dengan kesejukan
Hujan turun menari-nari membawa butiran-butiran air dari langit
Tercium bau khas tanah yang tersiram air langit

Hati terasa begitu tenang berada di tengah situasi pagi ini
Menikmati hujan membawa dalam perasaan terdalam akan cinta
Cinta yang begitu saya rindukan keindahannya
Tanpa saya sadari hati ini sangat merindukannya

Menikmati hujan membawa saya pada saat-saat indah itu
Saat cinta membuat hati berdebar-debar karenanya
Tanpa saya sadari, saya tersenyum mengingatnya

Menikmati hujan hati mengucap syukur
Walau cinta saya tak sempurna namun dia membuat saya merasa indah
Tanpa saya sadari beruntung memilikinya dihidup saya

Menikmati hujan membuat saya merasa teramat membutuhkannya
Hari-hari saya lalui terasa sepi tanpanya
Tanpa saya sadari, saya sangat takut kehilangannya

Mengapa saya hanya dapat mengingat keindahan cinta itu?
Mengapa sepertinya sulit hanya untuk mengatakan cinta?
Mengapa saya biarkan waktu terus berlalu tanpa mengatakannya?

Keraguan saya mengatakannya karena saya tak mau terasa biasa
Namun saya tak dapat mengungkapkannya luar biasa
Saya ingin dia merasakannya walau bibir ini tak berkata
Sebuah cinta sederhana namun penuh makna

Cinta sederhana ini hanya ingin mampu menerbitkan senyumannya
Cinta sederhana ini hanya ingin membuat diri ini berarti baginya
Cinta sederhana ini hanya ingin dia merasakan hal yang sama
Cinta sederhana ini hanya ingin berada disisinya selamanya

Menikmati hujan bertanya hati
Apakah dirinya menikmati hujan yang sama disana?
Andaikan dia ada disini memandang langit bersama saya..
JANGAN LUPA, BAGIKAN TULISAN INI
TULISAN MENARIK LAINNYA

22 Komentar untuk Tulisan
"Hujan Pagi dan Cinta"

  1. Pagi-pagi gini udah dikasih sarapan puisi (^ ^

    BalasHapus
  2. @Una Lho kenapa nyanyi-nyanyi Na??
    Saya apa kamu sih yang sedang bahagia?
    Hehehe..

    BalasHapus
  3. Aku mencintainya dengan semua kesederhanaan ku... #aseekkk :)

    BalasHapus
  4. @Sam Rinaldy Hahaha... Maaf Kak Rin, cuma itu adanya!
    Selebihnya koperasi disini masih belum buka, hujannya deres Kak disini..

    BalasHapus
  5. @Naya Elbetawi Karena jika dia meminta yang lebih dari sederhana maka dia akan kecewa. Cukup sederhana sajalah..

    BalasHapus
  6. Karena hujan cinta dan kenangan itu bersemi kembali hehehe,,

    BalasHapus
  7. anggep aja iya,heheheh~
    si dia itu kayak hujannnn

    BalasHapus
  8. keknya udah berbasis blog puisi nih kpiah putih hheehe

    BalasHapus
  9. malam ini, pas baca tulisan ini.. Palembang lagi hujan om, dan tiap kalimatnya, aahh dhe suka.. kita sama, hanya saja objeknya berbeda :)

    BalasHapus
  10. romantisnyaaa
    kp, itu tulisannya apa nama fontnya?

    BalasHapus
  11. @Sam Rinaldy Alhamdulillah.. Saya juga sudah kenyang Kak, Koperasinya sudah buka, hehehe..

    BalasHapus
  12. @Sofyan Bukan Kang.. Karena cinta hadir saat hujan, hehee...

    BalasHapus
  13. @jiah al jafara Iyalah dianggap iya, kalau tidak, gag kan ada puisi ini, hehe..

    BalasHapus
  14. @randy oktaran Hehehe... Idenya cuma ada segitu mas. Mau nulis yang lain masih bisa. Terlalu sibuk!

    BalasHapus
  15. @Nurmayanti Zain Hehehe.. Makasih mba'.
    Nama font-nya Sofia mba'.

    BalasHapus

Tulis Komentar Anda untuk tulisan saya diatas

Anda SANGAT DILARANG berkomentar dngan tidak baik dan mengandung unsur SARA.
Setiap komentar Anda akan otomatis tampil, namun semua komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya, akan ditampilkan atau tidak atau malah akan saya hapus.
Jika Anda akan membalas komentar, gunakan tombol Balas dibawah komentar yang akan Anda balas.

Orang baik, berkomentar dengan baik.
Saya bangga Anda menjadi komemtator yang baik.